JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya bersifat rajin.
’’Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan,’’ tuturnya mengutip Amsal 13:4.
’’Di mana ada usaha, di situ ada jalan.’’
Ungkapan ini tampaknya cocok dengan pengalaman Rut bersama Tuhan.
Setelah Rut mengambil keputusan untuk meninggalkan Moab dan hidup bersama Naomi di Israel, ia pun mengambil keputusan untuk tidak tinggal diam.
Rut meminta izin agar ia dapat pergi ke ladang untuk mengumpulkan jelai. Tujuannya jelas: Supaya ia dapat membantu mertuanya mendapatkan makanan.
Hasil kerja Rut ternyata tidak sia-sia. Ia tidak hanya dapat mengumpulkan banyak jelai, tetapi di ladang itulah ia juga berjumpa dengan Boas.
Sekalipun keadaan yang dihadapi sangat sulit, tapi Rut tidak pasrah dan menyerah. Rut berjuang dengan rajin dan kerja kerasnya membuahkan hasil.
Adakah campur tangan Tuhan di sana? Tentu saja ada. Ketika Rut bekerja keras, Tuhan membuka jalan.
Ketika Rut dengan segenap hati memungut jelai, Tuhan memberi lebih. Rut menikmati hasil kerja kerasnya.
Orang tua saya selalu menasihati sejak kecil dengan mengatakan kepada saya, ’’Tuhan tidak akan memberkati orang malas.’’
Ini benar karena di dalam Alkitab, Tuhan menentang kemalasan. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa orang malas lebih baik tidak usah makan (2 Tesalonika 3:10).
Bahkan di ayat yang lain dikatakan bahwa kita harus belajar kepada semut (Amsal 6:6).
Biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, semut menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
Nasihat itu yang saya terapkan dalam kehidupan saya sejak muda, Puji Tuhan, saya yang menikmati hasilnya.
Baik saat masih sekolah, bekerja dan saat sudah dipercaya untuk melayani Tuhan.
Tuhan tidak pernah menciptakan manusia untuk menjadi pemalas. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang bekerja.
Manusia di tempatkan di taman eden dan diperintahkan untuk mengusahakan dan memelihara, artinya manusia harus rajin mengelola berkat Tuhan.
Mulai sekarang jangan hanya duduk diam menanti berkat turun dari surga. Lakukanlah sesuatu. Berikan yang terbaik dari kesanggupan yang ada pada kita.
Bekerjalah dengan sepenuh hati. Itulah bagian kita. Tentu harus disertai dengan doa di segala waktu.
Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan akan memakai sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati saat ini, untuk menghasilkan hal-hal yang luar biasa kelak.
Atasi kesulitan dengan kerja keras dan biarkan Tuhan memberkati kita melaluinya.
Tuhan pasti memberkati orang yang rajin dan mau kerja keras, jerih payahnya tidak pernah sia-sia. ’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz