JombangBanget.id - Ustad Muhammad Nur Iskandar dari PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, menjelaskan pentingnya memanfaatkan lima perkara.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (17/12).
Pertama, masa muda sebelum tua. Masa muda penuh dengan semangat, energi, dan kesempatan.
Salah satu contoh terbaik dari pemanfaatan masa muda adalah Usamah bin Zaid, seorang pemuda yang diangkat oleh Rasulullah SAW menjadi panglima dalam Perang Usamah pada usia yang sangat muda, sekitar 18 tahun.
Meskipun ia masih sangat muda, Rasulullah SAW memberikan kepercayaan penuh kepada Usamah untuk memimpin pasukan.
Di masa mudanya, Usamah tidak hanya fokus pada kesenangan duniawi, tetapi memanfaatkan waktu mudanya untuk belajar, berjuang, dan menegakkan agama Islam.
Keberhasilan Usamah bin Zaid sebagai pemimpin muda yang bijaksana menjadi teladan bagi kita untuk memanfaatkan masa muda untuk hal-hal yang bermanfaat.
Kedua, masa sehat sebelum sakit. Kesehatan adalah nikmat besar dari Allah SWT yang sering kali baru kita syukuri ketika kita kehilangan nikmat tersebut.
Manfaatkan masa sehat untuk beribadah, bekerja, dan berbuat kebaikan, karena kesehatan tidak bisa dijamin akan bertahan selamanya.
’’Untuk menjaga kesehatan, Rasulullah berpesan agar tidak langsung tidur usai makan,’’ terangnya.
Tidur usai makan membuat hati keras dan mudah sombong. Serta berpotensi menimbulkan banyak penyakit.
’’Nabi memberi contoh, usai makan dipakai salat, zikir atau baca Quran 50 ayat,’’ jelasnya.
Ketiga, masa kaya sebelum miskin.
Manfaatkan kekayaan dengan bijaksana, termasuk dengan bersedekah, menolong sesama, dan berinvestasi untuk amal jariyah.
Kita tidak tahu berapa lama Allah akan memberikan nikmat kekayaan, sehingga sangat penting untuk memanfaatkannya di jalan kebaikan.
Abu Bakar Ash-Shiddiq RA adalah seorang sahabat Nabi yang kaya raya.
Ketika Rasulullah SAW membutuhkan bantuan untuk perjuangan dakwah, Abu Bakar tidak segan-segan untuk menyumbangkan seluruh hartanya.
Suatu ketika, ketika Nabi SAW meminta sumbangan untuk kebutuhan perang, Abu Bakar datang dengan membawa seluruh hartanya dan menyerahkannya tanpa ragu.
Keempat, masa luang sebelum sibuk.
Masa luang adalah kesempatan emas untuk merenung, belajar, beribadah, atau melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Nabi bersabda; Kesehatan dan waktu luang adalah nikmat yang sering dilupakan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Asr 1-3.
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran.
Kelima, masa hidup sebelum mati. Kematian pasti datang dan tidak bisa ditawar.
Sebagaimana ditegaskan dalam Quran Surat Al A’raf ayat 34.
Setiap umat mempunyai batas waktu (ajal), maka apabila waktu mereka telah datang, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya.
’’Setiap orang mati, pasti ingin hidup kembali,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Almukminun ayat 99-100.
Hingga apabila datang kepada mereka kematian, mereka berkata: Ya Tuhanku, kembalikanlah kami ke dunia, agar kami dapat beramal saleh selain dari apa yang telah kami kerjakan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz