Oleh: Farida Naurotin Fajriyah*)
Stunting menjadi topik yang kerap diedukasikan tenaga kesehatan kepada para ibu.
Hal ini dikarenakan pada tahun 2023 angka kasus stunting di Indonesia sebesar 21,5 persen.
Pemerintah mengupayakan segala cara untuk menurunkan kasus stunting dengan membuat berbagai kebijakan.
Stunting merupakan perawakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 Standar Deviasi pada kurva pertumbuhan WHO disebabkan kekurangan gizi kronik.
Secara kasat mata anak penderita stunting nampak sekilas sama dengan anak pada umumnya.
Namun, jika diperhatikan lebih lanjut dari segi tinggi/panjang badan, berat badan, dan usia terdapat perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya.
Tak heran, banyak orang tua tidak menyadari tanda-tanda awal stunting.
Orang tua harus memiliki kesadaran untuk rutin membawa anaknya ke posyandu.
Edukasi terkait stunting bisa didapatkan dari posyandu. Stunting bisa segera ditangani jika anak mendapat pemantauan lebih awal.
Oleh karena itu, edukasi stunting berperan penting untuk menurunkan angka stunting.
Edukasi stunting tidak bisa dilakukan secara sembarangan, diperlukan pendekatan khusus antara tenaga kesehatan dan orangtua.
Pendekatan berbasis keluarga akan lebih mudah diterima karena orang tua dan keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang anak.
Melalui program pemberdayaan, ibu-ibu bisa diberikan pelatihan tentang pentingnya gizi seimbang, cara mempersiapkan makanan bergizi dengan bahan yang terjangkau, serta pemahaman tentang pentingnya memantau tumbuh kembang anak.
Strategi yang bisa dilakukan bisa bermacam-macam, mulai dari media sosial, program-program pemerintah, dan berbagai kebijakan publik.
Edukasi melalui sosial media, terutama TikTok cukup efektif karena saat ini ibu-ibu banyak yang lebih mempercayai informasi dari TikTok.
Selain itu, pemerintah, rumah sakit, dan institusi pendidikan perlu bekerja sama untuk melakukan kampanye edukasi stunting.
Institusi pendidikan, seperti fakultas kedokteran perlu mendorong mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam pengurangan angka stunting melalui program kerja organisasi atau semacamnya.
Edukasi stunting merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan kesehatan yang akan memengaruhi masa depan bangsa.
Dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi yang baik dan pola asuh yang sehat, anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan optimal dan siap menghadapi tantangan global.
Melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor lainnya, Indonesia dapat menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, yang akan menjadi pilar utama bagi kemajuan negara di masa depan.
*) Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Editor : Ainul Hafidz