Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Kesehatan Kota Santri Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik & Pemerintahan Politika Wisata

Utuh Tapi Berseteru

Ainul Hafidz • Rabu, 20 November 2024 | 14:33 WIB

 

Ilustrasi cerpen utuh tapi berseteru
Ilustrasi cerpen utuh tapi berseteru

Praangg!

Lagi-lagi suara itulah yang membangunkan tidurku, sungguh lelah rasanya jika harus terus-menerus mendengar suara pecahan kaca dan nada-nada suara yang tinggi. Ya Tuhan aku lelah, kapan ini semua berakhir?

Hidup dalam keluarga yang harmonis adalah impian bagi setiap anak. Namun bagaimana jika hal itu tak bisa didapatkan?

Seorang gadis bernama Sea yang tengah menempuh pendidikan SMA. Sejak kecil Sea tinggal bersama ayah dan ibunya.

Awalnya kehidupan keluarga Sea berjalan dengan semestinya, hingga tiba dimana ekonomi keluarganya mengalami kesulitan yang menjadi penyebab utama dari pertengkaran keduanya.

Seperti pagi hari cerah ini, tapi bagi Sea ini adalah pagi yang suram.

Pagi ini ia terbangun disambut dengan riuhnya suara pertengkaran dari kedua orang tuanya.

Saat Sea melangkah keluar dari kamarnya, ia melihat ayahnya duduk di sofa dengan frustasi.

’’Nak, tolong bersihkan pecahan kaca itu,’’ panggil ayahnya saat mengetahui kehadiran Sea. Tangan kecil Sea terlihat lihai dalam mengambil satu persatu pecahannya.

Karena membersihkan setiap pecahan yang dihasilkan oleh orang tuanya saat sedang bertengkar adalah hal yang sering ia lakukan. Setelah selesai, Sea pun menemui ibunya yang sedang mengemasi pakaiannya.

’’Ibu mau pergi kemana, kenapa mengemasi pakaian?’’ tanya Sea sembari mendekat ke arah Ibu. ’’Diam lah, dan segera kemasi pakaianmu juga.

Mulai sekarang kita tinggal di rumah nenek,’’ ucap ibu.

’’Kenapa harus tinggal di rumah nenek, bagaimana dengan rumah kita? Apa ayah juga ikut bersama kita Bu?’’ tanya Sea meminta penjelasan. ’’Hanya kita berdua saja Sea,’’ ucap ibu penuh penekanan.

 ’’Kalau begitu aku tidak mau pergi Bu, aku...’’

’’Biarkan ibu saja yang pergi, tinggalah kamu disini bersama ayahmu itu,’’ ucap ibu marah memotong perkataan Sea. Ia diam tertegun, mengapa ibu tega meninggalkan ayah serta dirinya.

’’Aku tidak ingin hanya tinggal bersama ayah. Aku ingin tinggal bersama ibu dan ayah.’’

 "Bu kenapa ibu harus pergi, kenapa kalian sering bertengkar. Aku lelah jika terus-menerus mendengar kalian bertengkar setiap harinya.’’

’’Setelah ini aku akan mengirim surat perceraian kita,’’ ucap ibu kepada ayah tanpa menatapnya. Sea yang mendengar ibu berkata demikian sangat terkejut.

"Ibu kenapa harus bercerai? Ayah tolong katakan sesuatu, aku tidak ingin kalian berpisah," ucap Sea memohon kepada ayah yang justru terlihat hanya diam saja dan segera berlalu meninggalkan Sea dengan perasaan sedihnya.

Saat itu juga rasanya dunia Sea hancur seketika.

Ketakutan yang ia miliki telah terjadi. Ketakutan akan perpisahan kedua orang tuannya.

Mengapa mereka memilih untuk berpisah, apakah mereka tidak mengerti bahwa Sea masih membutuhkan kehadiran mereka berdua? Kini keluarga yang ia cintai telah benar-benar hancur!

 

Karya: Visyanamas, dkk.

Mahasiswa Prodi Psikologi Islam. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Editor : Ainul Hafidz
#cerpen #Puisi #UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung #Jombang