Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pentingnya Menjaga Pergaulan di Usia Remaja

Ainul Hafidz • Senin, 18 November 2024 | 13:37 WIB
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id

MASA remaja adalah masa yang unik dan formatif. Perubahan fisik, emosional, dan sosial, termasuk paparan kemiskinan, pelecehan, atau kekerasan, dapat membuat remaja rentan terhadap masalah kesehatan mental.

(Secara global, diperkirakan satu dari tujuh (14%) anak usia 10-19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental (1), namun gangguan ini sebagian besar belum dikenal dan tidak diobati.

Seperti: Seks bebas (Tidak ada ikatan pernikahan/ gonta-ganti pasangan, minuman berakohol dan mengonsumsi obat-obatan terlarang, clubbing atau dugem, tawuran, balapan liar, dan berpakaian tidak pantas (pakaian kurang sopan).

Untuk menghindarkan remaja dari pergaulan yang mengarah ke hal-hal negatif, beberapa solusi bisa dilakukan.

Pertama, penguatan pendidikan karakter di keluarga dan pengawasan serta pendampingan dari orang tua.

Kedua, berikan pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi baik dirumah maupun di sekolah.

Ketiga, mendorong untuk aktif dalam kegiatan positif dan produktif.

Keempat, menanamkan pentingnya tujuan hidup dan masa depan.

Kelima, penguatan nilai agama dan moral. Keenam, peningkatan kesadaran di lingkungan masyarakat.

(Kalau sudah terjadi pergaulan bebas jangan dihakimi sendiri, memberikan nasehat dengan tutur kata yang baik dan merangkul agar kejadian tidak terulang lagi serta anak tidak menjadi minder ataupun depresi).

Untuk membangun kesadaran remaja akan bahaya pergaulan bebas, tidak semudah membalikkan tangan. Beberapa tips komunikasi pada anak remaja.

Baca Juga: Polisi Amankan Tujuh Remaja, Anggota Gangster Bikin Onar di Mojoagung Jombang

Pertama, terapkan komunikasi kepada anak dengan mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah anak dengan baik.

Kedua, hindari membentak kepada anak ketika kondisi hati sedang tidak baik, jadi tenanglah anak terlebih dahulu.

Ketiga, selanjutnya ajukan pertanyaan secara perlahan dan jangan langsung beruntun.

Keempat, berikan informasi-informasi yang positif.

Kelima, menjadi tempat cerita anak ketika sedang ada masalah, bukan sebaliknya anak dimarahi atau disalahkan.

Keenam, berikan apresiasi seperti ucapan terima kasih atas hal baik yang telah dilakukan anak dan membangun sebagai motivasi anak untuk lebih semangat. (*) 

Karya: Farissa Noventriawati, dkk

Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prodi Psikologi Islam

Semester 1

Editor : Ainul Hafidz
#opini #Usia #remaja #UIN Sayyid Ali Rahmatullah #Mahasiswa #tulungagung #pergaulan #menjaga #Jombang