Dua gelas kopi di atas cinta
Dengan perasa kopi yang kita nikmati berdua Pahitnya gula yang kita padukan
Menjadi karma lerainya hubungan
Seteguk kopi mengingatkan akan hal buruk terjadi Rasa sakit yang mengajarkan arti diri
Ku belai kain halus yang berduri ku tancapkan janji pada kopi ini
Asap lembut membelai indra penciumanku
Tak sadar bahwa kisahmu dan kisahku
Kini menjadi tombak tajam penenang nadiku
Kopi ini menjadi saksi bisu tentang ragaku
Baca Juga: Puisi: Hujan
Karya: Dini Naila Rifdah, dkk.
Mahasiswa Program Sosiologi Agama, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Editor : Ainul Hafidz