JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya memahami bahwa tidak ada yang tersembunyi di mata Tuhan.
’’Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik,’’ tuturnya mengutip Amsal 15:3.
Kemajuan teknologi sangat menguntungkan dan memberi manfaat besar. Salah satunya adalah dengan adanya kamera pemantau (webcam).
Di beberapa negara maju banyak sekolah yang dilengkapi dengan kamera pemantau (webcam) di tiap kelas yang terhubung ke jaringan internet.
Hasilnya? Orang tua bisa memantau apa yang sedang dilakukan anaknya di kelas, kapan pun dan dari mana pun.
Dari komputer di kantornya, seorang ibu bisa melihat putrinya sedang membuat prakarya di kelas.
Sementara sang ayah yang sedang berada di luar negeri juga bisa melihat putrinya di kelas dari komputer lewat internet.
Webcam membuat orang tua seolah-olah punya "mata super". Tingkah laku anak bisa dipantau dari jarak ribuan kilometer!
Mata Tuhan ibarat webcam yang ada di segala tempat. Ia memantau apa pun yang kita lakukan.
Tidak ada satu pun tempat orang bisa bersembunyi dari hadapan-Nya (ayat 7-10). Di tempat gelap sekalipun Tuhan melihat (ayat 11, 12).
Bahkan mata Tuhan bisa melihat apa yang tidak tampak di luar, yaitu pikiran (ayat 2) dan hasrat hati kita (ayat 4). Bagi mereka yang mengasihi Tuhan, ini kabar baik.
Tuhan hadir dalam apa pun yang kita lakukan. Dia ada di mana pun kita pergi.
Tak perlu kita merasa takut. Sebaliknya bagi mereka yang berkubang dalam dosa, ini adalah nasihat dan peringatan.
Ternyata kita tidak punya tempat dan kesempatan untuk menghindar dari sorotan mata Tuhan!
Apa sajakah rencana kita hari ini? Ingatlah: Setiap saat mata Tuhan memandang kita.
Maka jagalah kata-kata, sikap dan tingkah laku kita agar selaras dengan kehendak-Nya.
Buatlah Tuhan tersenyum saat melihat bagaimana kita memakai tiap jam yang berlalu.
Di atas semua itu, sadari dan nikmati kehadiran-Nya tiap saat.
’’Selama hidup kita diawasi mata Tuhan, tak ada yang perlu ditakutkan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz