JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya bangkit dari kegagalan.
’’Tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka,’’ tuturnya mengutip Kisah Para Rasul 15:38 (TB).
Tak seorang pun mau menerima dan mengharapkan kegagalan terjadi dalam hidupnya.
Walau demikian, siapa pun juga pada akhirnya pasti pernah mengalami kegagalan.
Mulai dari seorang anak kecil yang baru mulai belajar berjalan sampai yang dewasa yang sudah bekerja, pasti pernah mengalami kegagalan.
Menghadapi kegagalan ada dua respons yang berbeda dari tiap-tiap orang.
Sebagian orang menjadi putus asa dan menyerah kalah, sementara sebagian orang lagi bersikap tegar dan melihat kegagalan sebagai proses yang mesti terjadi di hidupnya.
’’Saya bisa menerima kegagalan karena setiap orang bisa gagal menyelesaikan pekerjaan. Namun saya tidak bisa menerima mereka yang tidak mau mencoba. Ini adalah pernyataan dari bintang basket NBA yang cukup terkenal, Michael Jordan,’’ imbuhnya.
Sekali gagal, tidak berarti kita telah mati. Akan tetapi kita dianggap mati jika telah putus asa dan tidak mau bangkit.
Takut mengalami kegagalan hanya akan membuat jiwa kita kerdil dan tak pernah mengalami terobosan-terobosan baru yang dikerjakan Allah dalam hidup kita.
Dalam Alkitab kita menjumpai seorang muda bernama Markus. Ia mengalami kegagalan saat membantu pelayanan Paulus dan Barnabas.
Namun sekalipun ia gagal dan menyebabkan retaknya hubungan Paulus dan Barnabas (ayat 39), ia tak mau berlarut-larut dalam kegagalan itu.
Markus mencoba bangkit dan melihat kegagalan sebagai proses pendewasaan.
Itu sebabnya Markus yang pernah gagal itu dipakai Tuhan untuk menulis salah satu kitab Injil.
Sebagai orang yang beriman, kita pun harus melihat kegagalan dengan kacamata positif.
Sehingga kita menjadi optimistis dan berani mengadakan perubahan demi kemajuan diri.
Mencoba lalu mengalami kegagalan jauh lebih baik daripada seolah-olah tidak pernah gagal karena tidak berani mengambil risiko untuk mencoba.
Apakah kita sedang mengalami kegagalan? Ayo bangkit dan jangan menyerah!
’’Orang yang optimistis mampu melihat selalu ada kesempatan untuk belajar, bahkan dari kesalahan ataupun kegagalan. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz