JombangBanget.id - Selain mengeluhkan warna air yang berubah dan dampak bau yang ditimbulkan, warga yang rumahnya berdekatan dengan Afvour Kedungbajul mulai waswas sumurnya bakal ikut tercemar.
”Selain mengeluhkan bau, kita khawatirnya kalau dibiarkan terlalu lama akan pengaruh ke sumur,” terang Lamuri, warga Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jumat (6/9).
Meski belum bisa memastikan, namun Lamuri mulai merasakan ada keanehan pada kualitas air sumur di rumahnya saat musim kemarau sekarang.
”Kebetulan saya pakai sumur bor, di bak penampungan kamar mandi sekarang cepat keruh, biasanya dikuras dua sampai tiga minggu,” imbuh dia.
Terhitung saat ini, kondisi aliran air Afvour Kedungbajul menghitam dan berbau sudah berlangsung sekitar dua pekan.
Namun, tidak kunjung normal airnya. ”Barusan memperbaiki pompa, setelah naik dari sungai tangan dan kaki terasa gatal-gatal,” kata Lamuri.
Terpisah Kades Kedungbetik Said Mashar tak menampik, menghitamnya saluran buang diikuti bau yang menyengat dikeluhkan warga.
”Sudah kami teruskan ke lingkungan hidup (dinas lingkungan hidup), hari ini (kemarin) juga sudah disurvei dan diambil sampel airnya,” kata Said.
Ia berharap kondisi sungai bisa segera normal, sebab banyak petani juga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan irigasi pertanian.
”Semoga airnya bisa kembali normal, jangan sampai dibiarkan begini terus,” ujar Said. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz