Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Soal Afvour Kedungbajul di Kesamben Menghitam dan Berbau Menyengat, DLH Jombang Lakukan Ini

Achmad RW • Sabtu, 7 September 2024 | 23:43 WIB

 

TERCEMAR: Kondisi Afvoer Kedungbajul di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kesamben Jombang menghitam dan berbau menyengat.
TERCEMAR: Kondisi Afvoer Kedungbajul di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kesamben Jombang menghitam dan berbau menyengat.

JombangBanget.id  – Keluhan warga Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang terkait kondisi air di Afvour (saluran buang) Kedungbajul yang menghitam dan berbau direspons pemkab.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang sudah terjun ke lokasi melakukan penelusuran dan mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian.

Kabid Wasdal Gakkum DLH Jombang Yuli Inayati mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim melakukan pengecekan kondisi Afvoer Kedungbajul.

”Jadi, ini tadi teman-teman sudah cek lokasi pencemaran tersebut, juga melakukan susur sungai juga,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (6/9).

Ina menjelaskan, dari susur sungai yang dilakukan pihaknya itu, kondisi air sungai yang menghitam dan berbau diduga berasal dari Sungai Ngotok Ring Kanal.

”Jadi dari penelusuran tadi, diketahui masuknya air di Afvoer Kedungbajul ini dari bendung bagi sadap di wilayah Desa Kedungotok. Air itu adalah air dari Ngotok Ring Kanal yang dialirkan ke situ memang,” ungkapnya.

Dialirkannya air itu, juga disebut Ina berkaitan dengan kebutuhan pengairan.

Air itu memang merupakan jatah para petani.

”Jadi, memang dialirkan karena kebutuhan pertanian, namun karena air di Ngotok Ring Kanal juga hitam dan berbau, akhirnya ya air itu yang masuk,” lontarnya.

Kendati telah mengetahui sumber air itu datang, Ina menyebut belum bisa memastikan dari mana dugaan pencemaran air itu muncul.

Alasannya, karena masih butuh pencermatan dan penelitian lebih lanjut. ”Untuk dari mana sumbernya, kita masih kaji lagi,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah mengambil sampel dari lokasi aliran air Afvoer Kedungbajul itu untuk diuji lab. Ina menyebut, ada 5 sampel yang diambil timnya kemarin.

”Sampel sudah diambil, proses ujinya biasanya  dua minggu sampai satu bulan, termasuk sampel yang di Ngotok Ring Kanal juga sudah kita ambil beberapa hari lalu, dan masih diuji juga,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#bau #kedungbetik #menghitam #DLH Jombang #Kesamben #Jombang #afvour kedungbajul #menyengat