’’Wa al-‘ashr, inn al-insan lafi khusr.’’ Demi masa, sungguh semua manusia mesti terjerembab dalam kerugian.
’’Illa al-ladzin amanu…’’ kecuali orang-orang yang beriman.. dan seterusnya.
Surah terpendek dalam Alquran itu ada dua, yakni al-Kautsar yang tafsirnya sudah diunggah kemarin dan surah al-‘Ashr yang sedang kita kaji ini.
Surah yang terdiri dari tiga ayat selain basmalah ini berbeda pesan, namun senada dalam langgam bahasa dan style-nya.
Dua surah tersebut sama-sama pendek dan sama-sama terdiri atas ayat-ayat pendek.
Semua ayat-ayatnya berakhir dengan huruf ’’ra’’ alias dalam satu langgam ’’qafiyah’’ yang menakjubkan sehingga takrir ’’ra’’ pada akhir ayat mengandung irama khusus yang tidak semua lisan manusia bisa melafalkannya secara fasih.
Ya, karena di antara kita ada yang cadel, tidak fasih membunyikan huruf tertentu.
Seperti sahabat Bilal ibn Rabah, muazin Rasulillah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang tidak fasih membunyikan huruf ’’syin’’ mutsallatsah, bertitik tiga di atas.
Tetapi yang terbanyak adalah tidak fasih membunyikan hufur ’’ra’’.
Surah al-ashr memandu manusia agar hidup produktif, sehingga kerugian macam apapun bisa terhindari atau diminimalisir sebisa mungkin.
Itulah konsep menggunakan waktu dengan baik, efektif, efisien dan produktif. Sungguh waktu itu kejam dan tak mengenal kata toleran.
Baca Juga: Kalam Jumat: Kautsar (10)
Telat, ya sudah dan itu resiko Anda sendiri.
Sementara isi surah al-Kautsar lebih kepada unggahan sosok manusia terbaik, yaitu Rasulullah Muhammad SAW yang dianugerahi kebajikan tak terhingga banyaknya, al-Kautsar.
Arah sinergiknya adalah, bila you pingin beruntung besar dan tidak merugi, maka contohlah Rasulullah Muhammad SAW dalam segala bidang, utamanya dalam hal menggunakan waktu.
Sisi tartib al-rasm, posisi surah ini berada setelah surah al-Takatsur yang isinya memperingatkan manusia agar tidak money oriented, moto duiten, cinta dunia dan mabok harta.
Orang yang mata duitan susah dinasihati dan baru sadar saat dia sudah membujur kaku di liang lahat. Sayang, saat itu penyesalan tak lagi berguna.
Untuk itu, pada surah al-Ashr ini Tuhan bersumpah dengan waktu, di mana manusia banyak terlena karena silau oleh gemerlap dunia sehingga waktu yang sangat berharga itu lebih dipakai untuk mengurus duniawi.
Sedikit sekali yang diluangkan untuk bersujud dan bersimpuh di hadapan-Nya. Silahkan koreksi diri anda dalam menggunakan waktu.
Berapa persen untuk ’’bersujud.’’
Maka, ketika anda melihat ada orang miskin, hidupnya sengsara, kotor, tanpa pernah salat, tanpa pernah bersentuhan dengan air wudu, tanpa pernah bersimpuh di hadapan-Nya, maka wajib bagi anda menolongnya.
Jika anda mampu, maka beri pekerjaan yang baik dan arahkan menjadi muslim yang baik.
Setidaknya, doakan agar Tuhan memberinya kebaikan. (bersambung, in sya’ Allah).
Editor : Ainul Hafidz