JombangBanget.id - Pengasuh PP Safinatul Huda (Safinda), Bandung, Diwek, Jombang KH Ghozi Rofiudin Alhafiz, menjelaskan pentingnya selalu berpikir positif.
Bahkan tatkala kita diejek sekalipun.
’’Karena bisa jadi, ejekan orang lain justru menjadi doa mustajabah bagi kita,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (1/8).
Ini karena Allah SWT selalu mengawasi kita.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alfajr 14; Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tiga orang yang doanya tidak tertolak.
Pertama, pemimpin yang adil. Kedua, orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Ketiga, doa orang yang terzalimi.
’’Saat diejek apalagi dihadapan umum, kita pasti malu, sedih dan merasa terzalimi. Pada saat itu jika kita pakai berdoa, akan mustajabah,’’ terangnya.
Gus Ghozi lalu cerita pada 2014. Kala itu dia diminta berdoa pada suatu acara.
Dia pun menyelipkan doa; Allahumma yassir lana ziyaroh Makkah wal Madinah ma’assalamah wal afiah.
Ya Allah mudahkanlah kami untuk ziarah ke Makkah dan Madinah dalam kondisi selamat dan sehat.
Baca Juga: Binrohtal, Orang Bertakwa akan Bejo dan Beruntung
Tiba-tiba setelah itu ada orang yang megang mik lalu berkata dengan nada mengejek; ’’Kalau ingin lihat Makkah dan Madinah gampang, beli parabola, pasti tiap hari bisa lihat Makkah dan Madinah.’’
Mendengar itu, hatinya berkecamuk sedih.
’’Namun saya langsung berdoa; Ya Allah, mudahkanlah saya untuk bisa haji dan umrah setiap tahun,’’ ucapnya.
Doa itu ternyata dikabulkan oleh Allah SWT.
Pada pekan itu juga, dia lantas mendapat tawaran untuk mendampingi umrah.
’’Alhamdulillah sampai saat ini, saya sudah 14 kali ke Makkah Madinah,’’ urainya.
Rinciannya, 12 kali umrah dan dua kali haji.
’’Makanya kalau ada orang yang mengejek jenengan; Dadi polisi gak munggah-munggah pangkat. Jangan marah! Manfaatkan momen itu untuk berdoa kepada Allah SWT agar segera naik pangkat,’’ sarannya.
Karena itu adalah momen mustajabah untuk berdoa kepada Allah SWT.
Banyak orang yang mengalami seperti itu. Setelah dihina dan diejek, justru karirnya melejit melampaui orang yang mengejek.
Teman-teman kita di sekolah maupun di pondok banyak yang seperti itu.
Teman yang dulu sering diejek, justru banyak yang akhirnya jauh lebih sukses daripada orang yang mengejek. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz