Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Allah SWT Menerima Kekihklasan dalam Berkurban

Rojiful Mamduh • Senin, 17 Juni 2024 | 14:23 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - KH Samsul Abadi menjelaskan hikmah kurban.

’’Syariat kurban merupakan ujian keikhlasan. Ini ada sejak zaman Nabi Adam alaihissalam,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (14/6).

Sebagaimana dikisahkan dalam QS Almaidah 27.

Hawa istri Nabi Adam, melahirkan Qabil kembar dengan Iqlima yang cantik.

Sementara Habil lahir kembar dengan Labuda yang tidak cantik.

Kala itu, aturannya tidak boleh menikahi saudara kembar.

Qabil harus menikah dengan Labuda.

Sementara Habil menikahi Iqlima. Namun Qabil tidak terima.

Ia hanya mau menikahi Iqlima.

Nabi Adam lalu memerintahkan Qabil dan Habil untuk berkurban.

Siapa yang kurbannya diterima oleh Allah SWT, ia lah yang menikahi Iqlima.

Baca Juga: Binrohtal, Berbaik Sangka kepada Allah SWT

Qabil sebagai petani, kurban hasil bumi yang jelek.

Sementara Habil sebagai peternak, kurban kambing terbaik.

Kurban yang diterima disambar api dari langit.

Ternyata yang diterima kurbannya Habil.

Qabil yang tidak terima kemudian mengambil batu besar dan memukul kepala Habil sampai meninggal.

Kisah diatas menunjukkan, Qabil ikhlas berkurban sedangkan Habil tidak.

’’Allah SWT menerima keikhlasan kita dalam berkurban,’’ tegasnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Alhajj 37.

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah SWT, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Kisah kurban yang kedua zaman Nabi Ibrahim alaihissalam.

Nabi Ibrahim pernah kurban 1.000 kambing, 300 sapi, dan 100 unta.

Nabi Ibrahim menyatakan, seandainya punya anak dan diminta kurban, maka akan dikurbankan.

Kala itu, Nabi Ibrahim belum punya anak.

Baca Juga: Binrohtal, Tiga Bekal Penting Menuju Akhirat

Akhirnya, Nabi Ibrahim benar-benar diuji punya anak, Nabi Ismail alaihissalam.

Saat sang anak sedang lucu-lucunya dan Nabi Ibrahim sangat sayang padanya, Allah SWT perintah agar menyembelih.

Sebagaimana dikisahkan dalam QS Assaffat 102.

Karena Nabi Ibrahim imannya kuat dan selalu mengutamakan penanaman iman kepada keluarganya, maka mereka semua taat.

Ketika Ismail sudah diikat dan tinggal digorok, malaikat diperintah menggantinya dengan domba. Ismail pun selamat.

Perintah kurban mengajarkan kita untuk introspeksi atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT.

Serta sejauhmana kita mau menggunakan nikmat itu sesuai perintahNya.

Sebagaimana yang ditegaskan dalam QS Alkautsar 1-2. Kami telah memberimu nikmat yang sangat banyak.

Maka salatlah dan sembelihlah kurban.

Jika sebagian dari nikmat itu tidak kita kurbankan secara sukarela.

Maka Allah SWT Maha Kuasa untuk mengambilnya dari kita secara paksa. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#nabi ibrahim #Binrohtal #Nabi Ismail #Jombang #kurban