Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pertemuan Berjalan Alot, Belum Temukan Titik Terang, Soal Pabrik Pupuk di Mojoagung Jombang Caplok JUT Petani

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 14 Juni 2024 | 13:50 WIB
JADI POLEMIK: Pabrik pupuk di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung Jombang selain mencaplok JUT juga berimbas ke saluran irigasi petani.
JADI POLEMIK: Pabrik pupuk di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung Jombang selain mencaplok JUT juga berimbas ke saluran irigasi petani.

JombangBanget.id – Polemik pabrik pertanian PT Maxxi Agri di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang yang menutup jalan usaha tani (JUT) masih terus bergulir.

Hasil pertemuan petani bersama pemdes dan manajemen PT Maxxi Agri yang digelar Kamis (13/6) masih berjalan alot.

Pertemuan digelar di balai Desa Betek.

Ikut dalam pertemuan itu Kepala Desa Betek M Faruq, Camat Mojoagung, PT Maxxi Agri.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan para petani terdampak penutupan JUT.

Selain itu juga dihadiri dari unsur Kejaksaan Negeri (kejari) Jombang.

Fatkhur salah satu petani terdampak membenarkan pertemuan kemarin membahas perihal kegiatan perluasan bangunan pabrik yang menutup akses jalan usaha tani.

Beberapa poin yang dibahas juga terkait keberadaan saluran yang terdampak bangunan pabrik.

”Jadi, selain JUT itu ada saluran yang terdampak,” terangnya.

Lantaran ada petani yang mengeluhkan pasokan air, pihak pabrik menjanjikan telah membuatkan sumur bor.

”Maksimal lima hari setelah pertemuan pihak pabrik menyanggupi akan membuatkan sumur bor,” bebernya.

Baca Juga: Camat Mojoagung Jombang Angkat Suara Soal Polemik Pabrik Pupuk Ilegal di Betek Caplok JUT

Sementara terkait pembahasan akses jalan usaha tani yang tertutup, Fatkhur menyebut belum ada kesepakatan alias masih terjadi deadlock.

”Pihak pabrik mengklaim jalan itu termasuk lahan yang dibeli, sebab dalam, sertipikat disebut hanya ada saluran. Sementara petani juga tetap keberatan dan menganggap di situ jalan, karena menilai saluran yang sekarang ini telah menyempit. Ingat saya dulu saluran itu luas, sekitar 5 meter, sekarang hanya tersisa sekitar 1 meter saja,” bebernya.

Ia bersama petani lainnya akan terus memperjuangkan bahwa di situ ada jalan usaha tani.

”Sebab, jalan itu juga sangat dibutuhkan petani,” singkatnya.

Senada, M Okky Mabruri salah satu perwakilan petani lainnya membenarkan jika pertemuan lanjutan masih belum terjadi kesepakatan.

”Hasil pertemuan tadi belum ada kesepakatan yang terkait jalan itu,” ujar Okky.

Dirinya mengungkapkan, kepala desa juga tidak berani memutuskan terkait jalan usaha tani itu.

”Tadi pak kades juga tidak berani mutusi, itu jalannya bagaimana status tanahnya seperti apa, pak Kades tidak berani memutuskan,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Okky, ada opsi terkait dengan jalan alternatif pengganti JUT.

Pihak pabrik nampaknya setuju untuk membeli lahan sebelah barat pabrik untuk mengganti JUT tersebut.

”Sebelumnya kan hanya sebelah utara saja. Tapi yang ke barat tidak, tadi pabrik mau membeli sawah sebelah barat itu untuk parkir alat pertanian masuk ke sawah,” ungkapnya.

Hanya saja, opsi tersebut masih belum disepakati. Karena tidak ada yang berani memutuskan.

”Jadi, pertemuan tadi buntu terkait jalan,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemkab Jombang Tak Punya Nyali Tindak Pabrik Pupuk Ilegal Mojoagung Caplok JUT

Untuk sementara petani ingin pengairan irigasi sawah kembali lancar.

Sebab, kegiatan pembangunan pabrik juga berdampak pada saluran.

Sehingga petani meminta pihak pabrik untuk segera membuat sumur bornya.

”Tadi hanya disepakati terkait pengairan agar lebih mudah saja,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Betek M Faruq tak menampik terkait dengan permasalahan jalan usaha tani masih belum ada titik terang.

”Sementara untuk masalah jalan masih belum. Harus ada beberapa yang dipenuhi pihak pabrik termasuk saluran,” ungkapnya.

Terkait dengan pabrik nantinya akan mencari jalan pengganti. Pihaknya belum bisa memastikan untuk itu.

”Kalau itu kami tidak berani. Kami tidak berani memberikan jawaban,” tuturnya.

Untuk sementara petani difasilitasi dulu masalah pengairannya.

”Ini fokus di saluran air dulu karena petani membutuhkan pengairan. Sementara pabrik harus segera memberikan fasilitas itu paling tidak tiga hari,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, tim legal PT Maxxi Agri Haris Su’ud belum bisa memberikan keterangan banyak.

Hanya saja, dirinya menerangkan pertemuan dengan petani sudah tidak ada masalah alias klir.

”Ditunggu berita acaranya saja,” pungkas Haris. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Mojoagung #Pemkab #betek #Desa #Jombang #Caplok #JUT #pabrik pupuk #Petani