JombangBanget.id – Tuntutan para buruh yang menggelar aksi demo di salah satu kantor cabang jasa pengiriman barang Jl Prof Nur Cholis Majid Jombang, sepertinya sulit terpenuhi.
Meski sudah pernah dilakukan mediasi hingga dua kali.
Namun hingga kini belum ada solusi yang berpihak kepada buruh.
Rika Paur Fibriamayusi Kabid Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang, menyampaikan tuntutan buruh sebenarnya sudah disampaikan.
Dalam prosesnya, kaum buruh sudah bertemu dengan pihak managemen perusahan.
”Sebenarnya sudah proses perundingan dengan tripartit yakni perusahaan, kami dan teman-teman buruh. Namun hasilnya belum final,’’ ujarnya, Jumat (7/6).
Soal tuntutan buruh, pihaknya pernah melakukan klarifikasi ke masing-masing pihak. Kemudian, mengadakan mediasi tripartit dua kali.
”Perusahaan masih membuka ruang diskusi walaupun tidak sampai masuk pra litigasi. Namun perusahaan terbuka. Dan, saat mediasi terakhir kemarin deadlock,’’ tambah Rika.
Sebelum aksi, lanjut dia, para buruh sempat diimbau managemen untuk tidak melakukan aksi di gerai yang berada di di Jl Prof Nur Cholis Majid Tunggorono Jombang.
Alasannya, hal itu bisa mempengaruhi citra brand. Pihak managemen menjanjikan untuk menunggu jawaban dari pimpinan.
”Tapi kemarin akhirnya ada aksi itu,’’ jelas dia.
Sejak awal, tuntutan para buruh yang tergabung dalam Sarbumusi Jombang memang terkait pesangon, status karyawan dan jaminan asuransi kesehatan.
Sampai sekarang tuntutan tersebut belum ada solusi. “Dalam waktu dekat kita jadwalkan ulang untuk mencarikan solusi,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Aliansi Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jombang menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (5/6) pagi.
Mereka mengeluhkan berbagai problem hubungan industrial kerja.
Di antaranya, kejelasan status dan kenaikan upah yang dinilai minim.
Mulanya, ratusan buruh menggelar konvoi mengendarai sepeda motor menuju salah satu perusahaan jasa pengiriman barang di Jl Prof Nur Cholis Majid Jombang.
Setibanya di lokasi, massa buruh membentangkan sejumlah spanduk juga poster berisi tuntutan.
Massa buruh juga melakukan orasi terbuka menyuarakan beberapa tuntutan.
Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan dari personel kepolisian.
Dalam tuntutannya, para buruh geram karena perusahaan tempat mereka bekerja dinilai banyak mengabaikan karyawan.
Misalnya, pembiaran bagi karyawan yang mengalami kecelakaan kerja hingga pemberian beban kerja yang melampaui batas waktu kewajaran.
Di sisi lain, upah yang diterima jauh dari UMK (upah minimum kabupaten).
”Kita bersama teman-teman buruh melakukan aksi karena banyak permasalahan ketenagakerjaan hingga maraknya perusahaan outsourcing (tenaga alih daya). Bahkan, sebagian perusahaan jasa pengiriman barang itu mempekerjakan buruh laiknya budak,” pungkas Luthfi Mulyono korlap aksi, kepada Jawa Pos Radar Jombang. (ang/bin)
Editor : Ainul Hafidz