JombangBanget.id - Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), masih menyempatkan mengajar mahasiswa.
’’Tiap Kamis saya menjadi dosen di Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi, Universitas Islam Tribakti, Kediri,’’ kata Pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso, Jombang ini.
Hal itu dilakukan untuk menjalankan amanah orang tua.
’’Ayah saya berpesan agar sesibuk apapun masih menyempatkan waktu untuk mengajar,’’ tutur putra almarhum KH Ahmad Rifai Romly dan Hj Ummu Aiman binti KH Mahrus Aly Lirboyo ini.
Dia menganggap para mahasiswa sebagai kawan dalam belajar.
’’Jadi saya juga banyak belajar dari mereka,’’ ucapnya merendahkan diri.
Apalagi, kampus itu didirikan oleh kakeknya, KH Mahrus Aly Lirboyo.
’’Meskipun hanya seminggu sekali, saya ingin berkontribusi meneruskan tradisi leluhur untuk menyebarkan ilmu,’’ urai ketua DPC Demokrat Jombang ini.
Sebab ilmu sangat penting.
’’Ulama pewaris para nabi. Dan yang diwarisi itu ilmu. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam paling senang dengan orang yang mengajar dan belajar,’’ terang ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.
Ilmu akan memudahkan hidup kita di dunia dan akhirat.
Baca Juga: Gus Sentot Apresiasi Komunitas Ojol: Patut Jadi Percontohan
’’Ilmu juga yang membuat derajat kita ditinggikan oleh Allah SWT,’’ ujar bendahara ikatan sarjana NU (ISNU) Jombang ini.
Para kiai selalu berpesan kepada para santri agar ikut menyebarkan ilmu setelah kembali ke masyarakat.
’’Bekerja apapun silakan. Tapi luangkan waktu untuk mengajar. Entah itu di rumah, di TPQ, di majelis taklim, atau dimanapun,’’ urai ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini.
Gus Sentot juga selalu berprasangka baik kepada para mahasiswa.
’’Berprasangka baik itu sulit, tapi pahalanya sangat besar,’’ tegas alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya ini. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz