JombangBanget.id - Pengasuh PP Minhajul Abidin, Janti, Jogoroto, Jombang H Nur Hasan Fadil Alhafiz, menjelaskan hasil tempaan puasa Ramadan.
’’Orang yang puasa selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga tak berani makan minum meski tidak ada orang. Ini akan membentuk karakter bertakwa, dimanapun selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga tidak berani maksiat,’’ tuturnya, saat khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (10/4).
Dalam hadis qudsi Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Allah SWT berfirman: Sesungguhnya puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.
Ini mengandung beberapa makna. Pertama, semua ibadah dapat dilihat oleh manusia kecuali puasa.
Sesungguhnya puasa merupakan rahasia antara Allah dan hamba-Nya dimana hanya Allah yang dapat melihatnya.
Sehingga orang yang puasanya sukses, akan selalu merasa dilihat oleh Allah SWT dimana pun berada.
Kedua, puasa itu dijaga oleh Allah SWT sehingga setan pun merasa enggan untuk merusak ibadah puasa seseorang.
Orang yang puasanya sukses, akan selalu dijaga Allah SWT sehingga selamat dari godaan setan.
Ketiga, semua amal ibadah yang dikerjakan oleh seorang hamba kepada Allah SWT juga dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap berhala-berhala mereka kecuali puasa.
Orang yang puasanya sukses, akan dijauhkan dari sifat-sifat orang kafir.
Baca Juga: Binrohtal, Jadi Orang yang Dermawan
Keempat, puasa merupakan ibadah yang memiliki kesamaan hukum antara orang merdeka dengan budak hamba sahaya.
Orang yang puasanya sukses, akan bisa menyayangi semua manusia tanpa membeda-bedakan satu sama lain.
Kelima, puasa merupakan ibadah yang menggambarkan tabiat dan sifat para malaikat dimana para malaikat tidak makan dan minum.
Orang yang puasanya sukses, derajatnya akan naik menyamai malaikat bahkan lebih tinggi dibanding malaikat.
Keenam, orang yang mengerjakan ibadah puasa tidak akan dimasuki sifat riya atau ingin dipuji orang lain.
Sebab ibadah puasa tidak tampak dan tidak dapat dilihat manusia. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Dalam puasa tidak ada sifat riya (pamer).
Alhasil, orang yang puasanya sukses akan bisa beramal dengan ikhlas murni karena Allah SWT semata. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz