Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal 2.146: Tak Ada Kata Lelah Ibadah

Rojiful Mamduh • Rabu, 3 April 2024 | 15:00 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

Jombangbanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (27/3), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan pentingnya tidak merasa lelah dalam ibadah.

’’Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu ajal,’’ tuturnya mengutip QS Alhijr 99.

Ustad Yusuf lalu cerita perkataan Hasan Al Basri; Sungguh aku masih menemui dan menemani sekelompok orang yang ketika dunia datang kepada mereka sedikitpun tak ada rona kebahagiaan diwajahnya dan ketika Dunia pergi darinya tak terlihat sedikitpun kekecewaan diwajahnya.

Ketika Mansur bin mu'tamir wafat, seseorang bertanya kepada ibunya: Bagaimana perilaku Manshur ketika hidup?’’ Ibunya menjawab: Seumur hidup ia berpuasa dan tidak berbuka kecuali disisi Allah Taala.

Dalam hal ketaatannya, diceritakan bahwa ketika hari beranjak malam beliau selalu  naik ke atas panggung rumahnya untuk melakukan salat sampai menjelang Subuh.

Sementara anak perempuan tetangganya melihatnya sepanjang malam berdiri dianggapnya tiang berbentuk patung. Ketika Manshur wafat, anak perempuan kaget, kemana tiang berupa patung itu hilang.

Kemudian ia bertanya kepada keluarga Manshur. Istri Manshur menjawab: Tiang itu pergi menghadap Allah. Gadis itu bertanya: Apa maksudmu?

Istri Manshur menjawab: Diatas rumah panggung kami tak ada tiang patung, tapi itu adalah Manshur bin Muktamir berdiri sepanjang malam untuk salat.

Dawud At Tho'i menyambung ibadah malam dan siang hari sehingga ia tak sempat untuk memikirkan menu dan waktu makan. Yang ia makan sekedar remukan roti.

Ia makan sambil berzikir atau membaca Quran. Suatu saat ada seseorang menemui Dawud dan masuk rumahnya, ia melihat  atap rumah yang terbuat dari pelepah kurma rusak.

Tamu itu memberi tahu Dawud agar memperbaikinya. Dengan entengnya Dawud mengatakan: "20 tahun aku tak pernah menengadahkan wajahku ke langit karena takut dan malu kepada Allah."

Suatu saat Malik bin Dinar bersilaturrahmi kepada Uwais Al qarni. Ia mengucap salam dan Uwais menjawabnya.

Kemudian Uwais diam sampai tiba waktu Duhur. Ia salat dan tak mengucapkan sepatah katapun pada Malik bin Dinar sampai masuk ashar. Ia pun diam sampai waktu Magrib, begitu pula ketika masuk waktu Isya. Setelah itu ia terus berzikir dan tak berkata sedikitpun kepada Malik bin Dinar sampai Subuh.

Ketika Subuh Uwais tertidur dalam keadaan duduk dan bangun karena kaget. Beliau kemudian berdoa; Ya Allah aku berlindung dari mata yang tidur dan perut yang tak pernah kenyang.

Setelah Malik bin Dinar melihat semua itu, ia bergumam dalam hati "Cukup dengan melihat apa yang ia lakukan, sebagai nasihat bagiku."

Dhoighom Al Abid menghabiskan waktunya untuk beribadah. Ketika masih kuat, ia salat dengan berdiri.

Kemudian duduk karena tak lagi mampu berdiri. Ketika bertambah sakitnya, ia beribadah dengan  posisi terbaring dan ia beribadah dalam keadaan begitu sampai wafat.

Abdulloh bin Dawud berkata, aku masih sempat menyaksikan generasi dimana mereka yang masih muda beribadah tanpa kenal lelah. Ketika memasuki umur 40 tahun, mereka tak lagi meluangkan waktu tidur. Seluruh waktunya untuk zikir ibadah, kecuali jika mereka tertidur dengan sendirinya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang Banget #Radar jombang #Binrohtal