JombangBanget.id – Masjid Darul Muttaqin di Dusun/Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Jombang dulunya merupakan masjid panggung.
Semua material bangunan terbuat dari kayu jati.
Dalam perkembangannya, bangunan masjid kayu direhab total hingga bentuknya yang sekarang.
Letak Masjid Darul Muttaqin cukup strategis. Sebab, berada di pinggir jalan kabupaten.
Masjid ini memiliki lahan pakir yang luas. Dari luar, tampak bangunan masjid cukp tinggi menjulang dengan daya atap tumpang tiga.
Bangunan masjid dominan warna hijau-putih. Bagian dalam masjid tampak megah. Utamanya mihrab atau tempat imam.
Di samping dan atasnya ada ornamen kaligrafi. Masjid Darul Muttaqin juga memiliki serambi yang cukup luas dan dikelilingi sejumlah pilar besar.
”Bangunan masjid sekarang merupakan hasil renovasi tahun 2000,” kata Imam, salah satu takmir masjid.
Diceritakan, masjid itu diyakini sudah ada sejak lama. Bahkan dia masih kecil sudah berdiri.
”Persisnya tahun berapa belum tahu, yang jelas dulu bangunannya dari kayu,” ujar lelaki yang kini berusia 63 tahun ini.
Warga setempat, lanjut Imam, kala itu biasa menyebut dengan masjid geladak. Karena dinding dan lantainya semua berbahan kayu jati.
Baca Juga: Begini Cerita Dibalik Adanya Makam di Serambi Masjid Baitussalam Kabuh Jombang
”Dulu kalau mau masuk ke dalam masjid juga harus naik tangga dulu,” ujar dia.
Imam masih ingat betul masjid lama berdiri di sebelah selatan bangunan masjid yang saat ini berdiri. Selama ini sudah dua kali dilakukan rehab total.
”Masjid geladak itu dibongkar total 1980-an, lalu dibangun dari cor dan lantainya keramik,” tutur Imam.
Dia lantas menunjukkan lantai keramik yang masih tersisa. Ukurannya kecil tak besar seperti sekarang ini.
”Kemudian dibongkar total lagi tahun 2000. Jadi, sejak dulu sampai sekarang sudah dua kali rehab total,” ujar dia. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz