JombangBanget.id - Setelah beberapa hari tak pulang ke rumah, AR, 25, warga Kecamatan Mojoagung, Jombang ditemukan tewas di Sungai Brantas Porong, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (11/2) malam.
Jasadnya ditemukan petugas gabungan.
”Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Kesamben AKP Achmad, Senin (12/2).
Dijelaskan, korban diketahui sudah menghilang dari rumah sejak Jumat (9/2) siang.
Di saat yang sama, warga menemukan motor korban terparkir di bantaran Sungai Brantas di Kecamatan Kesamben.
”Keterangan pihak keluarga, korban tidak memiliki kebiasaan atau hobi memancing, sehingga keluarga menduga korban pergi ke bendungan menceburkan diri ke sungai atau bunuh diri,” tutur dia.
Atas kejadian itu, BPBD Jombang dan Basarnas Jawa Timur melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai, terutama di titik ditemukannya motor korban.
Usaha petugas membuahkan hasil.
Pada Minggu (11/2) malam, petugas menemukan jasad pria dengan ciri-ciri identik dengan korban di Porong, Sidoarjo.
”Jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke RS Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan identifikasi,” ujar Achmad.
Menurut keterangan keluarga, lanjut dia, foto pakaian yang melekat pada jenazah laki-laki itu serupa dengan pakaian yang dikenakan korban.
Karena keluarga memiliki foto korban semasa hidup memakai kaos tersebut.
Dikatakan kali terakhir keluarga mengetahui korban pergi meninggalkan rumah sejak Jumat (9/2) sekira pukul 11.30.
”Keluarga sempat mencari keberadaannya karena sampai malam tidak kunjung pulang dan kemarin ditemukan meninggal,” ujar dia.
Keterangan keluarga menyebutkan, sebelum kejadian itu, korban diketahui menunjukkan tabiat aneh.
Korban sering mondar-mandir serta termenung sendiri.
”Dugaan awal pemuda itu bunuh diri karena depresi,” kata Achmad. (fid/naz)
Informasi dalam berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Jika Anda butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi depresi, atau Anda melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.
Editor : Ainul Hafidz