Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Memandang Kearah yang Benar

Rojiful Mamduh • Minggu, 11 Februari 2024 | 14:05 WIB

 

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik.

Terutama tentang pentingnya memandang kearah yang benar yakni kepada Tuhan.

’’Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah,’’ katanya mengutip Mazmur 16:8.

Mata memiliki fungsi sangat vital, untuk melihat suatu obyek.

Alkitab menyatakan, ’’Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.’’ (Matius 6:22-23).

Jika kita memfungsikan mata ini dengan baik dan benar akan berdampak positif bagi seluruh aspek kehidupan kita.

Sebaliknya, jika kita memfungsikan mata kita untuk hal-hal yang negatif, dampaknya pun akan negatif.

Untuk mendapatkan hasil terbaik dan maksimal, penting sekali kita mengarahkan mata kita ke obyek yang benar.

Sebab, jika salah memandang bisa berakibat sangat fatal.

Alkitab mencatat, ’’Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.’’ (2 Samuel 11:2).

Baca Juga: Renungan Minggu: Menanti itu Baik

Karena matanya terarah ke Betsyeba yang sedang mandi, akhirnya Daud jatuh dalam dosa perzinahan dan harus menanggung akibatnya.

Berhati-hatilah! Ke mana arah kita memandang menentukan masa depan kita.

’’Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

Yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.

Yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.’’ (Ibrani 12:2).

Mengarahkan pandangan kepada Tuhan Yesus berarti berfokus kepada-Nya, meneladani karakter-Nya, mengikut jalan-Nya dan memegang teguh janji-Nya.

Ketika perahu murid-murid dilanda angin sakal datanglah Tuhan Yesus menghampiri mereka untuk menolong.

Tetapi ketika ’’...Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: 'Itu hantu!', lalu berteriak-teriak karena takut.’’ (Matius 14:26).

Mereka menyangka bahwa yang mendatangi mereka adalah hantu.

Tuhan Yesus berkata, ’’Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27).

’’Ketika arah pandang kita mulai bergeser, tidak lagi terarah kepada Tuhan Yesus, tapi kepada masalah, kita pasti akan takut dan lemah! Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#gpdi house of prayer #Renungan Minggu #sawahan #yang #benar #Jombang #Petrus Harianto