JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan bahaya sifat hasud.
’’Hasud itu membakar habis kebaikan bagaikan api membakar kayu,’’ tuturnya mengutip hadis Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (23/1).
Hasud adalah perasaan tidak suka seseorang kepada orang lain, karena kenikmatan/kebahagiaan yang diperoleh orang lain itu.
Kenikmatan itu bisa berupa kekayaan, jabatan, kehormatan, kecantikan, kehebatan, dan lainnya.
Ia berharap, kenikmatan itu hilang darinya dan berpindah kepada dirinya.
Pada tingkat lebih lanjut, dia akan berusaha merusak bahkan melenyapkan kenikmatan tersebut dari orang lain dengan segala cara.
Allah Azza wa Jalla berfirman di QS An-Nisa 54. Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya?
Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.
’’Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din menyebut ada tujuh faktor penyebab hasud atau dengki,’’ tuturnya.
Pertama al-adawah (kebencian). Kedua al-kibr (sombong). Ketiga al-ta'ajjub (mengagumi diri).
Keempat, al-khawf min fawt al-maqashid al-mahbubah (takut kehilangan keinginan/harapan yang dicintainya).
Baca Juga: Binrohtal, Empat Cara Mengingatkan
Kelima hubb al-riyasah(cinta/gila jabatan). Keenam khubts al-nafs (jiwa buruk). Ketujuh al-bukhl al-nafs (jiwa pelit).
’’Hasud adalah karakter setan, iblis,’’ terangnya.
Iblis dengki kepada Adam karena Adam memeroleh kedudukan terhormat dan makhluk Allah SWT yang paling dimuliakan oleh Allah SWT.
Saat Allah SWT memerintahkan agar semua makhluk, setan/iblis dan malaikat menghormatinya, iblis menolak keputusan itu.
Ini membuat iblis dianggap sebagai bagian dari orang kafir. Yakni orang yang menolak atau melawan kebenaran dan keadilan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang hasud tidak akan mencapai kedudukan pemimpin, dan tidak akan mengungguli orang lain yang dihasudi.
Orang hasud tidak akan memeroleh kedudukan terhormat dan tinggi.
Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan; Orang mukmin ghibtoh, ingin seperti yang mendapat nikmat tapi tidak dengki.
Ingin memperoleh kenikmatan yang sama seperti diraih orang lain, namun tidak ingin nikmat orang lain hilang. Dia juga suka orang lain mendapatkan nikmat.
Sementara orang munafik sampai pada tingkat hasud. Yakni tidak suka orang lain dapat nikmat bahkan ingin nikmat orang lain hilang.
Hasud merupakan sifat yang paling sulit disembuhkan. Imam Syafi'i mengatakan; Semua kebencian bisa diatasi kecuali hasud.
Ia sangat sulit untuk dihilangkan.
Nabi berpesan; Kalian jangan saling hasud dan saling membenci. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (jif/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz