Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Mimpi yang Baik

Rojiful Mamduh • Rabu, 3 Januari 2024 | 13:20 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Jombang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan tenteng mimpi yang baik.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Kenabian tidak ada lagi selain berita gembira. Para sahabat bertanya, apa maksud kabar gembira? Nabi menjawab, mimpi yang baik,’’ tuturnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (27/12).

Ustad Yusuf lalu mengutip QS Ar-Rum 23.

Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian karunia-Nya.

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar.

Alkisah, Al-Kattani pernah melihat mendiang Al-Junaid dalam mimpi.

la lalu bertanya, ’’Apa yang telah diperbuat oleh Allah SWT terhadapmu?’’ Al-Junaid menjawab: Isyarat-isyarat itu telah lenyap, dan ungkapan ungkapan itu telah musnah.

Satu-satunya yang masih tersisa dan berguna bagi kami hanyalah salat malam dua rakaat yang biasa kami lakukan.

Mendiang Malik bin Anas dilihat oleh seorang temannya dalam mimpi.

Kepadanya ditanyakan; Bagaimana Allah memperlakukan Anda? Ia menjawab, ’’Dia mengampuniku disebabkan oleh satu kalimat yang biasa diucapkan oleh Usman bin Affan radiyallahu.

Setiap kali melihat jenazah. Subhanal-hay-yil-ladzi la yamut. Maha Suci Allah Yang Hidup dan tidak akan mati.

Baca Juga: Binrohtal, Tiru Nabi Jangan Turuti Setan

Seorang wanita salehah bernama Zubaidah setelah wafat terlihat oleh seorang temannya dalam mimpi.

Ia ditanya: Bagaimana Allah SWT telah memperlakukan Anda? Ia menjawab; Dia ampuni aku sebab empat kalimat.

Pertama, la ilaha illallah afna biha umri (Aku habiskan usiaku dengan ucapan tidak ada Tuhan selain Allah).

Kedua, la ilaha illallah adkhulu biha qabri (Aku akan memasuki kubur dengan ucapan tidak ada Tuhan selain Allah).

Ketiga, la ilaha illallah akhlu biha wahdi (Aku akan sendirian ditemani ucapan tidak ada Tuhan selain Allah).

Keempat, la ilaha illallah alqi biha rabbi (Aku akan bertemu Tuhanku dengan membawa ucapan tidak ada Tuhan selain Allah).

Abu Said asy-Syahham berkata; Aku melihat Sahal ashSha'luki dalam mimpi. Aku menyapanya; 'Wahai syekh! la menyahut; Jangan panggil aku syekh!

Aku berkata; Itu panggilan yang layak untuk Anda. la berkata lagi; Panggilan itu sudah tidak ada gunanya lagi bagi kami.

Aku lalu bertanya; Bagaimana Allah SWT perlakukan Anda?

Ia menjawab, Allah SWT telah mengampuniku disebabkan oleh masalah-masalah yang diajukan kepadaku oleh orang-orang awam.

Ibnu Uyainah berkata; Dalam tidur aku bermimpi melihat Sufyan ats-Tsauri di surga.

Ia sedang terbang dari pohon ke pohon seraya membaca QS ash-Shaffaat 61. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.

Aku berkata kepadanya; Tolong nasihati aku! Ia menjawab; Kurangi bergaul dengan manusia.

(jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Mimpi #Yusuf Hidayat #Jombang