JombangBanget.id – Kasus penggerebekan sepasang remaja di area makam Kecamatan Kabuh berbuntut panjang.
Putra (nama samaran), 14, terduga pelaku pencabulan, melaporkan orang tua pacarnya ke polisi atas dugaan penganiayaan.
”Sudah buat laporan juga keluarganya soal penganiayaan kepada anak ke Polres Jombang,” terang L, sumber lain Jawa Pos Radar Jombang di Kecamatan Kabuh.
Pelaporan itu masih berkaitan dengan peristiwa penggerebekan Sabtu (11/1) malam.
”Saat dibawa ke rumah pak kades, yang cowok ini sempat mengaku dianiaya, ditendang atau dipukul begitu sama kades atau keluarganya,” ungkapnya.
Menurut sumber, kades sempat emosi setelah mengetahui putrinya jadi korban pencabulan hingga akhirnya melakukan dugaan penganiayaan kepada pelaku.
Kekerasan disebut berlanjut saat pelaku dibawa ke rumahnya.
”Mereka ini masih satu desa, dan waktu pulang ke rumah pelaku, ibu pelaku ya tentu membela anaknya, yang itu membuat kades kembali terpantik emosinya,” tambah L.
Malam itu, kades juga diduga melayangkan tangannya kepada ibu Putra.
”Ibunya ini sudah sakit, informasinya sampai harus dirawat entah gejala stroke atau bagaimana,” ujarnya.
Hal itu membuat keluarga Putra akhirnya memilih jalur hukum.
Mereka melaporkan sang kepala desa dalam kasus dugaan penganiayaan ke pihak berwajib.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan adanya laporan balik tersebut.
”Jadi dua laporan sudah diterima, ibu perempuan (korban, Red) melaporkan persetubuhan/pelecehan anak di bawah umur, ibu (pihak, Red) laki-laki melaporkan penganiayaan (ke anaknya, Red),” terangnya (20/1).
Dimas memastikan kedua kasus masih dalam tahap penyelidikan. ”Dua-duanya masih lidik,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz