Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Mayat Lansia di Mancilan: Tubuh Korban Penuh Luka

Achmad RW • Sabtu, 15 November 2025 | 17:13 WIB
AKP Dimas Robin kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jumat (14/11).
AKP Dimas Robin kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jumat (14/11).

JombangBanget.id – Misteri kematian Tri Retno Jumilah, 60, lansia yang ditemukan membusuk di rumahnya di Dusun/Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Kamis (13/11), akhirnya terkuak.

Hasil otopsi menunjukkan adanya luka masif dan fatal pada tubuh korban, terutama di bagian kepala.

Polisi memastikan Retno tewas akibat dibunuh.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin menuturkan, laporan tim forensik menunjukkan bekas luka fatal akibat kekerasan benda tumpul.

”Hasil otopsi sudah kami terima. Korban meninggal secara tidak wajar akibat kekerasan benda tumpul, terutama pada bagian kepala yang menyebabkan perdarahan otak fatal. Ini memperkuat dugaan kami bahwa ini adalah tindak pidana pembunuhan,” ujar AKP Dimas Robin kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jumat (14/11).

Dalam otopsi, ditemukan banyak luka serius di tubuh korban. Mulai memar di wajah, kepala, dada kiri, hingga punggung tangan kanan. Beberapa tulang juga patah.

”Ada tulang rahang bawah kanan, tulang pipi kanan, serta beberapa tulang iga patah karena hantaman benda tumpul,” lanjutnya.

Luka pendarahan hebat di kepala disebut sebagai penyebab utama kematian.

Seluruh luka dan patah tulang itu terjadi saat korban masih hidup.

”Sementara itu, kondisi otak korban telah membubur dengan warna merah akibat perdarahan otak hebat,” tandasnya.

Melihat kondisi jasad, korban diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Baca Juga: Polisi Ungkap Hasil Otopsi Mayat Pria di Belakang KUD Rejoagung Ploso Jombang: Gagal Jantung

”Untuk meninggalnya korban, diduga sudah lebih dari empat hari,” imbuhnya.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, polisi menduga korban dibunuh oleh suami sirinya berinisial P.

Dugaan menguat karena keberadaan suami siri korban tidak diketahui sejak kejadian.

”Korban tinggal di rumah tersebut dengan suami sirinya, dan saat penemuan mayat oleh anak korban, suaminya ini tidak ada di rumah itu. Jadi kecurigaan mengarah ke suami sirinya itu,” tutur Dimas.

Disinggung apakah pembunuhan disertai perampokan, polisi masih mendalami. Sebab, sejumlah harta benda korban masih utuh.

”Harta benda korban berupa uang dan perhiasan masih ada, hanya sepeda motor Yamaha Vixion milik korban yang tidak berada di TKP,” bebernya.

Saat ini polisi masih melacak keberadaan suami siri korban berikut motor tersebut.

”Kami menduga motor ini sedang dalam penguasaan terduga pelaku. Untuk P sendiri masih dicari keberadaannya,” pungkas Dimas.

Sebelumnya, warga Desa Mancilan digegerkan dengan penemuan mayat Tri Retno Jumilah, 60, pada Kamis (13/11) sore.

Korban pertama kali ditemukan anak dan tetangganya sekitar pukul 14.00.

Mereka curiga karena korban tidak terlihat sejak Senin, sementara lampu rumah terus menyala.

”Yang tahu pertama kali itu anak dan tetangganya. Mereka khawatir karena tidak ada kabar dari korban,” terang Anasrulloh, ketua RT setempat.

Kecurigaan semakin kuat ketika buah titipan anak korban sejak empat hari lalu masih tergantung di pintu. Saat dicek dari jendela, terlihat banyak lalat di dalam rumah.

Anak korban akhirnya memaksa masuk lewat genteng dan menemukan ibunya telah meninggal di kamar.

”Korban ditemukan di kasur, dalam posisi telungkup tertutup selimut dan bantal,” jelas Anas.

Polisi segera tiba di lokasi melakukan olah TKP. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk diotopsi. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Mayat Lansia #Polisi #Mojoagung #korban pembunuhan #pembunuhan #Jombang #Mancilan #mayat