JombangBanget.id – Suasana tenang di Rumah Sakit Airlangga Jombang mendadak berubah panik pada Selasa (19/8) dini hari.
Sekitar pukul 00.05 WIB, kepulan asap terlihat membumbung dari atap ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Asap itu langsung tercium para tenaga medis yang tengah berjaga dan membuat aktivitas pelayanan sempat terganggu.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengungkapkan kronologi detik-detik terjadinya kebakaran tersebut.
Baca Juga: Setelah Kebakaran Hebat, Pemdes Minta Pemkab Jombang Bantu Bangun Kembali Pasar Mojoduwur
“Kebakaran di RS Airlangga bermula pukul 00.05 WIB ketika seorang perawat melihat kepulan asap dari ruang IGD. Perawat itu kemudian melapor kepada petugas keamanan rumah sakit untuk dilakukan penanganan awal,” terangnya.
Petugas keamanan langsung bergegas mengambil alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencegah api semakin membesar.
Namun, percikan api tetap sempat menjalar ke bagian atap seluas 3 x 4 meter persegi.
Sumber api diduga berasal dari instalasi listrik yang berada di atap bangunan tersebut.
Baca Juga: Mencekam! Detik - detik Sejumlah Kios di Jombang Ludes Dilalap Api, Ini Penyebabnya
Pukul 00.10 WIB, laporan resmi diteruskan ke BPBD Jombang dan pada 00.15 WIB informasi segera sampai ke Pos Damkar Jombang.
“Selanjutnya pada pukul 00.25 WIB, satu unit mobil pemadam dan mobil tangki air dikerahkan menuju lokasi. Pukul 00.27 WIB tim damkar tiba dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan area yang terbakar,” jelas Wiku.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Api baru benar-benar dipastikan padam dan situasi kondusif pada pukul 01.20 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun kepanikan sempat melanda sejumlah pasien dan keluarganya yang berada di IGD.
Beberapa di antaranya bahkan sempat keluar ruangan untuk menghindari kemungkinan terburuk.
“Meski ada kepanikan, alhamdulillah api dapat segera dikendalikan. Hanya sebagian kecil atap IGD yang terbakar dan tidak sampai merusak fasilitas pelayanan pasien,” ungkapnya.
BPBD Jombang mengingatkan agar seluruh fasilitas umum, terutama rumah sakit, lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pengecekan rutin instalasi listrik serta ketersediaan sarana proteksi kebakaran menjadi hal wajib yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Pabrik Penggilingan Plastik di Sumobito Jombang Ludes Dilalap Api
“Imbauan kami untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan ketersediaan sarana proteksi kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Wiku.
Hingga kini pihak rumah sakit masih melakukan pengecekan terhadap jalur instalasi listrik untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Aktivitas pelayanan pasien di IGD sendiri dilaporkan kembali normal setelah kejadian. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW