Jombangbanget.id - Penemuan jasad seorang perempuan cantik di Saluran Induk Mrican Kanan Menghebohkan warga di Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Selasa (11/2) pagi.
Korban akhirnya dikenali sebagai Putri Regina Amanda, 19, pelajar asal Desa Sebani, Kecamatan Sumobito.
Penemuan jasad pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.30.
’’Ditemukannya posisi hanyut di tengah, terus warga meminggirkannya,’’ kata Kasun Peluk, Widyarto Adi Candra.
Jasad wanita itu diketahui hanyut dari wilayah hulu sungai.
Namun tak diketahui pasti dari mana asalnya.
’’Hanyutnya dari selatan ke utara, akhirnya dinaikkan tadi sambil menunggu polisi datang,’’ terangnya.
Wanita itu tak dikenali warga, juga bukan merupakan warga Desa Pacarpeluk.
’’Identitasnya tidak ada, namun kelihatannya masih sangat muda, pakai baju lengan panjang warna oranye, sama legging hitam, rambutnya panjang,’’ jelasnya.
Di tubuh korban masih ditemukan sebuah kalung emas dan sebuah cincin di tangan. Saat dievakuasi, Widyanto menyaksikan ada bekas luka di tubuh korban.
Terutama pada bagian kepala korban dan masih mengeluarkan darah.
’’Ada luka sobek di kepala, dari mulut mengeluarkan busa saat diangkat,’’ imbuhnya.
Jasad korban kemuudian dibawa ke RSUD Jombang guna identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Jasad itu kemudian diidentifikasi sebagai Putri Regina Amanda, 19 yang dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Senin (10/2) sore.
Korban Pamit COD
Selasa (11/2) pagi, pihak keluarga yang datang ke rumah sakit, memastikan jika korban merupakan anggota keluarganya yang hilang.
’’Tahunya tadi pagi ada yang mengabari ke keluarga, dan memang itu keponakan saya yang hilang sejak Senin (10/2) sore,’’ kata Suwari, 55, paman korban ditemui di RSUD Jombang.
Keponakannya itu pamit kepada orang tuanya sejak Senin sore, sekitar pukul 16.00.
’’Dia pamit ke ayahnya itu mau COD-an, tapi COD apa saya tidak tahu, tapi ayahnya juga sudah pesan jangan malam-malam pulangnya, anaknya juga mengiyakan,’’ lanjutnya.
Putri yang merupakan siswi kelas 12 di salah satu SMA Swasta di Sumobito itu pergi dengan sepeda motornya Honda Vario.
Saat pergi Putri hanya seorang diri dan membawa sebuah handphone miliknya.
’’Tapi ternyata sampai pukul 20.00 korban tidak pulang, tidak ada kabar, handphone juga tidak aktif,’’ imbuhnya.
Handphone milik korban, baru bisa dihubungi kembali oleh keluarga sekitar pukul 01.00 atau selasa dini hari.
’’Jam 01.00 itu HP-nya aktif, tapi waktu ditelepon cuma berdering saja, tidak diangkat,’’ tambahnya.
Keluarga juga berupaya mencari korban dengan menyebar informasi kehilangan.
Namun baru tahu saat Selasa (11/2) pagi dikabarkan keponakannya itu sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga: Hasil Otopsi Keluar, Korban Mayat Pria di Hutan Kabuh Jombang Menderita 6 Luka di Kepala
’’Tentu sedih, apalagi sampai hari ini motor sama HP-nya juga tidak tahu di mana. Semoga polisi bisa segera mengungkap pelakunya,’’ harapnya.
Ditemukan Sejumlah Luka, Dibiarkan Lemas Sebelum Dibuang di Sungai
Polisi telah melakukan otopsi terhadap jasad Putri Regina Amanda, 19.
Hasilnya, polisi memastikan Putri adalah korban penganiayaan. Pelaku juga terhitung sangat kejam dalam beraksi.
’’Hasil otopsi, ada luka sobek tidak beraturan di bagian kepala akibat benda tumpul.
Ada juga indikasi benturan di bagian perut yang menyebabkan kematian,’’ terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
Dari hasil otopsi memang ditemukan sejumlah luka di tubuh korban.
Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan penyebab utama korban meninggal adalah karena tenggelam di sungai.
’’Sehingga kemungkinan besar, korban ini sebelumnya dianiaya, setelah lemas oleh pelaku dibuang ke sungai, sehingga meninggalnya karena tenggelam,’’ paparnya.
Hal itu juga dikuatkan dengan hasil pemeriksaan yang menyebutkan korban masih hidup saat dibuang ke dalam sungai.
Hingga kini, polisi masih melakukan serangkaian pemeriksaan dan penyelidikan kepada sejumlah saksi. Margono mengatakan, setidaknya ada lima orang saksi yang kini masih dimintai keterangan.
’’Untuk saksi, dua orang yang menemukan awal, sama tiga teman sekolah korban, karena korban ini kan memang masih sekolah kelas 12 SMA,’’ ucapnya.
Polisi juga masih terus mencari dan menyelidiki keberadaan sepeda motor yang digunakan korban saat keluar rumah. Polisi juga tengah mencari handphone milik korban yang kemungkinan besar dibawa kabur oleh pelaku.
’’Untuk handphone dan motor korban memang indikasinya dibawa lari pelaku, kami masih melakukan pencarian lebih lanjut,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz