Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Korban Belum Siap ke Sekolah, Terkait Siswa SMP di Jombang Dijual Pacar ke Lelaki Hidung Belang

Wenny Rosalina • Selasa, 16 April 2024 | 14:20 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual anak.
Ilustrasi kekerasan seksual anak.

JombangBanget.id – Bunga, 15, (nama samaran) siswi kelas VIII salah satu SMP negeri di Kecamatan Jombang yang menjadi korban pencabulan pacarnya, MAA, 19, hingga kini belum mau kembali ke bangku sekolah.

Remaja yang mengaku juga dijual oleh pacarnya kepada puluhan pria hidung belang juga menolak melanjutkan pendidikan di lembaga pendidikan lain.

Kepala UPTD PPA Jombang M Musyafik mengatakan, mencarikan sekolah untuk anak korban kekerasan menurutnya tidak mudah.

Hampir semua sekolah mau menerimanya, hanya saja, kondisi Bunga (nama Samaran) sepertinya belum siap.

”Sekolah lama mau menerima, tapi anaknya tidak mau. Sekolah lama juga membantu proses kelancaran perpindahan, mulai dari surat pindah, hingga pengisian nilai selama Bunga tidak masuk sekolah,” jelas Musyafik kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Salah satu yayasan berbasis pesantren di Kecamatan Jombang siap menerima bunga untuk melanjutkan pendidikan di tempatnya.

Bahkan, Bunga sudah dibelanjakan seragam baru, sepatu, buku, tas, dan seluruh biaya pendidikan yang ditanggung.

Sayangnya, mendekati hari masuk sekolah, yayasan mengharuskan Bunga untuk tinggal di pesantren.

Tujuannya agar bunga mendapatkan pendidikan dan pengawasan yang optimal.

”Yayasan ada benarnya, memang tidak bisa menjamin berubahnya siswa karena waktu pengawasan di sekolah sangat terbatas,” jelasnya.

Sayangnya, Bunga lagi-lagi menolak tinggal di pesantren.

Baca Juga: Korban Cari Sekolah Baru, Terkait Kasus Siswi SMP di Jombang Dijual Pacar ke Lelaki Hidung Belang

Ada lagi sekolah yang mau menerimanya, tapi Bunga enggan mengambil kesempatan itu dengan alasan jauh dari rumah dan terkendala transportasi.

Padahal menurut Syafik, yayasan bersedia memberi perlakuan spesial untuknya.

”Jadi, sampai sekarang belum mendapatkan sekolah dan belum bersekolah juga di tempat lama. Tapi, kita akan terus perjuangkan hak pendidikannya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MAA, 19, harus berurusan dengan polisi.

Perbuatan bejatnya menyetubuhi Bunga, 15, (nama samaran) siswi kelas VIII SMP di Jombang terbongkar.

Orang tua korban melaporkannya ke pihak kepolisian. Polisi akhirnya menetapkan MAA sebagai tersangka dan melimpahkan kasusnya ke kejaksaan.

”Kini kasusnya disidangkan di pengadilan,” kata Kasipidum Kejari Jombang Andie Wicaksono.

Dalam persidangan terungkap, selain berulangkali menyetubuhi korban, terdakwa diduga juga menjual tubuh korban kepada puluhan laki-laki hidung belang.

”Pengakuan itu disampaikan korban di persidangan. Dia pernah ditawarkan terdakwa ke orang lain,” lontarnya.

Peristiwa itu berlangsung pada 2023 saat korban masih berusia 14 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP.

Selama empat bulan, Bunga mengaku dijual MAA kepada lebih dari 30 pria hidung belang.

”Pengakuan korban, tarifnya antara Rp 150-Rp 200 ribu, dan yang mengatur terdakwa atau pacarnya itu,” imbuhnya. (wen/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#lelaki #hidung #Dijual #siswi #SMP #Jombang #Belang