Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bukan Sekadar Topeng, Ini Filosofi Barong Karya Warga Wonosalam Jombang

Anggi Fridianto • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:58 WIB
KREATIF: Tariske Valentine 23, warga Dusun Sanggar, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang saat membuat kerajinan barongan, (30/7).
KREATIF: Tariske Valentine 23, warga Dusun Sanggar, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang saat membuat kerajinan barongan, (30/7).

JombangBanget.id - Kekayaan sumber daya alam di lereng Gunung Anjasmoro, Jombang dimanfaatkan dengan baik warganya.

Salah satunya, Tariske Valentine 23, warga Dusun Sanggar, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang yang sukses membuat kerajinan barongan jepaplok memanfaatkan bahan dari alam sekitar.

Setiap hari, suara gesekan amplas dan ketukan palu terdengar dari rumah sederhana di Dusun Sanggar.

Di tengah tumpukan kayu waru krisik, Tariske fokus mengukir wajah barong dengan detail mata besar, mulut menyeringai, dan mahkota bergambar naga liman.

”Saya tidak hanya membuat topeng, tapi juga menjaga cerita dan filosofi yang hidup di baliknya,” ucapnya, Kamis (24/7).

Kecintaan Tariske pada barongan dimulai sejak ia duduk di bangku SMP. Ia sering menonton pertunjukan kesenian di wilayah tempat tinggalnya.

Lambat laun ia lalu tertarik dengan karakter topeng yang dimainkan para penari. Saat teman sebayanya sibuk dengan gawai, ia memilih belajar mengukir secara otodidak.

”Saya belajar otodidak. Awalnya dari coba-coba. Lama-lama, saya makin paham bentuk, makna, sampai teknik pewarnaannya,” katanya.

Sejak memulai 2015 lalu, kini hampir 10 tahun ia menekuni pembuatan kerajinan topeng Barongan Jepaplok.

Bagi Tariske, barong bukan sekadar seni pertunjukan.

”Barong itu ibarat raja berwatak jahat. Ia memakai jamang atau mahkota bergambar naga liman gabungan paksi, naga, dan gajah. Semua itu lambang kekuatan besar, tapi belum tentu digunakan dengan bijak,” ungkapnya.

Baca Juga: Perkenalkan Budaya Lokal, Ini Deretan Kegiatan MPLS SMKN Wonosalam Jombang

Proses pembuatan satu unit barongan memakan waktu hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitan. Bagian paling sulit adalah kepala barong.

”Presisi jadi kunci. Kanan kiri harus simetris. Kalau tidak seimbang, karakternya bisa berubah,” bebernya.

Tariske hanya menggunakan kayu waru krisik yang didapat dari hutan. Karena ringan dan mudah dibentuk.

Setelah diukir, barongan dicat dengan warna-warna mencolok agar mencuri perhatian saat dipentaskan.

”Dan tidak mudah pecah ketika dijadikan kerajinan,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Warga Jombang #wonderland wonosalam #barongan #Galengdowo #Wonosalam #Jombang #barong