Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Emi Nurwahyuningsih Pilih Cara Mendidik dengan Teladan, Beri Anak Pendidikan Terbaik

Wenny Rosalina • Rabu, 4 Maret 2026 | 05:24 WIB

Emi Nurwahyuningsih SPd MPd, Waka Humas SMAN Mojoagung
Emi Nurwahyuningsih SPd MPd, Waka Humas SMAN Mojoagung

JombangBanget.id - Bagi Emi Nurwahyuningsih, kesuksesan karier tidak berarti tanpa keberhasilan mendidik anak.

Ia dan suaminya, Mu’alim, S.Pd, MPd sepakat bahwa pendidikan anak adalah investasi utama keluarga.

Ia tak pernah memaksa anak-anaknya menjadi seseorang yang ia inginkan.

Namun mengarahkan dan memotivasi anak dalam belajar sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.

Dari pernikahannya pada tahun 2001, ia dikaruniai tiga anak dr Prisma Atha Haritsah yang kini akan melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis.

Putra keduanya M Izzuddin Tsani Ilyas yang kini kuliah di fakultas Kedokteran Unair, dan si bungsu M Rifqi Gamma Abdurrahman yang masih duduk di SMPN 3 Peterongan.

Sejak kecil, anak-anak dibiasakan hidup mandiri dan keluar dari zona nyaman.

Mereka menempuh pendidikan di luar kota sejak SMP dan SMA, agar belajar berjuang serta tidak larut dalam kenyamanan rumah.

”Berupaya agar anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik, bukan untuk membeli gengsi, tapi mengajarkan bagaimana dari kecil mereka berjuang,” jelasnya.

Putri sulungnya bahkan menyelesaikan pendidikan kedokteran di usia sangat muda, 22 tahun, setelah menempuh jalur akselerasi pada jenjang SMA.

Kini ia berkomitmen melanjutkan pendidikan spesialis (PPDS). ”Mudah-mudahan dimudahkan,” ungkapnya.

Menariknya, dalam mendidik anak, Emi tidak memaksakan cita-cita. Ia dan suami justru membuka ruang diskusi sejak dini.

Setiap momen liburan dimanfaatkan untuk rekreasi edukatif dengan mengunjungi sekolah dan kampus favorit, mengenalkan lingkungan pendidikan yang lebih tinggi.

”Kami berdiskusi, melihat potensinya di mana. Bukan memaksa jadi dokter, tapi mengarahkan sesuai kemampuan dan minatnya,” tuturnya.

Ia juga menanamkan nilai jika keberhasilan bukan sekadar profesi, tetapi kebermanfaatan.

Anak-anak diajarkan jika kesuksesan keluarga tidak hanya diukur dari materi, melainkan dari keberlanjutan ilmu dan ibadah.

Meski sibuk sebagai wakil kepala sekolah, ia tetap berkomitmen menyediakan waktu berkualitas, terutama di akhir pekan.

Sabtu-Minggu menjadi waktu khusus membersamai anak bungsunya. Jika sang anak sekolah, ia tetap mengantar atau menjemput sebagai bentuk dukungan moral.

”Kami gak pernah bepergian diam-diam, selalu bersama-sama, karena kami ingin membersamai proses anak-anak,” jelasnya.

Dalam urusan rumah tangga, ia memilih memberi teladan langsung, termasuk dalam pola hidup sehat.

Ia konsisten menjalani pola makan real food dan mengajak keluarga perlahan mengikuti, tanpa paksaan.

”Kebetulan hobi saya memasak, merawat tanaman, berolahraga, serta merancang menu real food tanpa ribet,” jelasnya.

Masak menu real food menjadi cara ia menjaga keseimbangan hidup di tengah padatnya aktivitas sebagai pendidik dan ibu rumah tangga.

Prinsip perempuan harus mandiri secara finansial, namun tetap mendukung dan menghormati peran suami sebagai kepala keluarga juga ia wariskan pada anak-anaknya.

”Kesuksesan di luar harus beriringan dengan keberhasilan keluarga. Kalau anak tidak melanjutkan nilai dan perjuangan kita, itu hanya fatamorgana,” ujarnya. Dari tangan seorang ibu pendidik, lahir generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter. (wen/naz)

Editor : Achmad RW
#Teladan #profil #mendidik #cara #SMAN Mojoagung #Anak #Waka Humas