Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil Emi Nurwahyuningsih, Guru Asal Jombang yang Mengabdi Tanpa Pamrih

Wenny Rosalina • Rabu, 4 Maret 2026 | 05:09 WIB

Emi Nurwahyuningsih SPd MPd, Waka Humas SMAN Mojoagung
Emi Nurwahyuningsih SPd MPd, Waka Humas SMAN Mojoagung

JombangBanget.id – Dedikasi Emi Nurwahyuningsih, SPd, MPd dalam dunia pendidikan menjadi potret konsistensi seorang guru yang mengabdi tanpa pamrih.

Komitmennya mengamalkan ilmu membuatnya semakin mencintai profesi yang ia jalani.

Lahir di Jombang, 26 Januari 1977, Emi menempuh pendidikan dasar di SDN Gambiran 1, lalu SMPN 1 Mojoagung, dan SMAN Mojoagung.

Ia kemudian meraih gelar S1 Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Malang (2000) dan melanjutkan S2 Teknologi Pendidikan di Universitas Adibuana Surabaya (2011).

Karier mengajarnya dimulai di SMA Darul Ulum 3 Peterongan selama tujuh tahun.

Ia juga menjadi Guru Tidak Tetap di SMKN 1 Mojoagung sebelum resmi diangkat sebagai PNS.

Mutasi ke SMAN Mojoagung membuatnya lebih optimal mengajar matematika.

Di sekolah itu, ia dipercaya mengampu kelas XII, membina Olimpiade Matematika, dan mendampingi siswa berprestasi.

Kepemimpinannya diakui saat dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan selama dua tahun.

Kini, ia menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, memasuki tahun kedua masa tugas.

Prinsip hidup yang ditanamkan orang tua menjadi pegangan. Baginya, guru adalah jalan pengabdian, bukan sekadar mencari keuntungan.

Meski harus menempuh perjalanan Mojokerto–Mojoagung setiap hari, ia menjalaninya dengan komitmen penuh.

Di sela tugas, Emi juga mengelola usaha properti keluarga bersama suaminya, Mu’alim, S.Pd., M.Pd.

Prinsip kemandirian finansial tetap ia pegang, bukan untuk ambisi materi, melainkan menopang pendidikan anak-anak dan amal jariyah orang tua.

”Bekerja bagi saya bukan beban, tetapi cara membahagiakan diri dan orang-orang yang saya cintai,” ungkap sulung tiga bersaudara ini.

Awal menikah, Emi sempat tidak diperbolehkan bekerja agar fokus mendidik anak. Namun, ia meyakinkan suami dengan pesan orang tua untuk terus mengamalkan ilmu.

”Karena saya adalah kepanjangan tangan orang tua, ketika beliau berdua sudah meninggal, saya tetap harus sukses dalam hal mengamalkan ilmu yang telah dibekalkan kepada saya. Karena beliau menunggu amal ibadah baik saya untuk terus nyambung ke beliau,” tuturnya.

Baginya, mengajar adalah cara membahagiakan diri sekaligus membuat bangga orang tua dan anak-anaknya.

”Saya punya anak pertama perempuan, dia harus mengembangkan dirinya, karena dia akan mendampingi anak-anaknya juga, sama seperti saya. Saya harus jadi contoh,” jelasnya.

Kini, suami mendukung penuh karier yang ia jalani. ”Alhamdulillah, Allah mudahkan, anak-anak saya tetap ada di jalan yang benar, dan bertanggung jawab dengan cita-citanya,” ungkap Emi. (wen/naz)

Editor : Achmad RW
#profil #Jombang #SMAN Mojoagung #Waka Humas