Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil KH Achmad Cholili Alhafid, Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang yang Pegang Teguh Ing Ngarso Sung Tulodo

Ainul Hafidz • Minggu, 15 Februari 2026 | 07:03 WIB
TELADAN: Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, KH Achmad Cholili Alhafid.
TELADAN: Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, KH Achmad Cholili Alhafid.

JombangBanget.id – Amanah sebagai Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin kini diemban KH Achmad Cholili Alhafid.

Sejak Juni 2025, ia dipercaya menggantikan H Mastur Baidowi yang mengundurkan diri alasan kesehatan. Dia akan menjabat 2028.

Bagi Cholili, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, melainkan pengabdian.

Ia memegang teguh filosofi Jawa; Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, sebagai prinsip dasar dalam memimpin.

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya di depan harus bisa memberi contoh. Menggerakkan perangkat-perangkat yang ada di masjid, baik dalam tanggung jawab maupun keaktifan,” katanya.

Pemimpin juga harus hadir di tengah-tengah.

Ing Madyo Mangun Karso dimaknai sebagai upaya memberi dukungan dan solusi ketika muncul kejenuhan atau persoalan di internal organisasi.

Sedangkan Tut Wuri Handayani menjadi dorongan moral agar seluruh perangkat masjid menjadikan tugasnya sebagai ladang pengabdian.

Cholili lahir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, 1974. Dia merupakan putra daerah yang menempuh seluruh jenjang pendidikan di Jombang.

Ia mengawali pendidikan di SDN 2 Cukir. Melanjutkan ke SMPN 2 Diwek dan MTs Madrasatul Quran (MQ) Cukir. Kemudian MA MQ Cukir.

Pendidikan tinggi ditempuh di Fakultas Hukum Islam Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang.

Baca Juga: Profil Wadlihah Nawaningsih, Guru MA di Jombang yang Jadi Penggerak Kurikulum Berbasis Panca Cinta

Ia meraih gelar S1 dan S2 di kampus tersebut. Dia lulus magister pada 2008.

Karirnya dimulai sebagai pengajar di Madrasatul Quran sebelum diangkat menjadi CPNS di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang pada 2000.

Pada 2004, ia dipercaya menjadi Kepala KUA Kecamatan Megaluh.

Setelah itu, ia memimpin KUA di sejumlah kecamatan. Antara lain, di Kecamatan Mojowarno, Sumobito, Jombang, Peterongan, Ploso, dan Kecamatan Diwek.

’’Sejak Mei 2025 sampai sekarang saya menjadi Kepala KUA Kecamatan Ngoro,’’ imbuhnya.

Cholili aktif di berbagai organisasi keagamaan. Ia aktif di Ranting NU Desa Jabon dan MWC NU Kecamatan Jombang.

Dia juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jombang hingga 2028.

Serta pernah menjadi Sekretaris MUI Kabupaten Jombang periode 2018–2023. Saat ini dia aktif sebagai wakil sekretaris MUI Kabupaten Jombang.

Ia juga menjabat Ketua APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Jombang periode 2024–2027.

Cholili tinggal di Dusun Caruk Kulon, Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, bersama istrinya, Zunita Tripangestuti. Ia dikaruniai enam anak.

Dengan pengalaman panjang di pemerintahan dan organisasi, dia bertekad menjadikan Masjid Agung Baitul Mukminin sebagai pusat ibadah sekaligus ruang penguatan pelayanan umat.

’’Dengan kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan, kebersamaan, dan dorongan moral,’’ tegas pengasuh PP An Nur Bayyin ini. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#ketua takmir masjid agung baitul mukminin jombang #Jabon #profil #KH Achmad Cholili Alhafid #Kemenag Jombang #kantor kemenag #Kepala KUA #masjid agung baitul mukminin #Jombang #rekam jejak