Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil Lukman Hidayat, dari Anak Petani hingga Dijuluki Guru Antar Kota dalam Provinsi

Dwi Aris Supriyanto • Minggu, 23 November 2025 | 15:07 WIB
PRESTASI INTERNASIONAL: Lukman Hidayat MSi MPd menunjukkan hasil karyanya yang tercatat dalam rekor MURI.
PRESTASI INTERNASIONAL: Lukman Hidayat MSi MPd menunjukkan hasil karyanya yang tercatat dalam rekor MURI.

JombangBanget.id - Berbagai prestasi yang diraih Lukman Hidayat MSi MPd tidak datang dengan mudah.

Dibutuhkan dedikasi ekstra dan perjuangan panjang oleh anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Saemah dan (alm) Soman ini.

Keterbatasan ekonomi karena kedua orangtua hanya bekerja sebagai petani, tidak membuatnya putus asa dalam mengejar cita-cita.

Kegigihan dia tunjukkan sejak dibangku sekolah. Sejak kecil dia berkeinginan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

 ’’Sejak 1989 saat SMA, saya sudah membantu mengajar di MI Raden Patah Cupak. Awalnya menjadi pembina ektrakurikuler Pramuka. Namun setelah satu caturwulan, turut diminta membantu mengajar PMP, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan keterampilan kesenian,’’ terangnya.

Setelah lulus SMA, Lukman pindah mengajar ke SDN Asemgede atas permintaan (alm) Suwarto, kepala sekolah waktu itu.

Setahun berikutnya, perjuangan kembali berlanjut saat ia memutuskan kuliah di STKIP PGRI Jombang.

’’Untuk menghemat biaya, saya berangkat dari rumah di Desa Asemgede Kecamatan Ngusikan dengan sepeda pancal hingga ke Desa Tapen Kudu. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan pedesaan,’’ teranhnya.

Hal tersebut dia lakukannya sembari tetap mengajar sebagai guru honorer untuk tambahan biaya kuliah. Perjuangannya tidak sia-sia.

Dia akhirnya mampu melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Serta meningkatkan karir.

Kontribusinya dalam dunia pendidikan mendapat pengakuan dari rekan sejawat dengan memberinya julukan; Guru antar Kota dalam Provinsi.

Baca Juga: Aktif Sejak Sekolah, Begini Kiprah dr Hendri Marzuki di IDI Jombang dan PDUI Jawa Timur

Hal ini karena dedikasi Lukman dalam mengajar di tiga kabupaten berbeda (Jombang, Lamongan, dan Mojokerto) tetapi masih dalam satu provinsi, Jawa Timur.

’’Bahkan dalam satu minggu, saya harus mengajar di tujuh tempat berbeda,’’ kenangnya.

Dia juga berperan mendirikan PAUD Permata Luir Asemgede.

’’Saya dirangkul Camat Ngusikan waktu itu, Bapak Muhdlor, karena Desa Asemgede termasuk salah satu desa di Kecamatan Ngusikan yang belum memiliki PAUD,’’ ungkapnya.

Pemberian nama sekolah mengandung arti simbol putra-putri Asemgede sebagai Permata.

Sedangkan Luir, merupakan paduan nama, Lukman Hidayat dan sang istri, Irma Koerniati.

’’Gurunya waktu itu alumni murid saya, yang sekarang menjabat sebagai Kepala Desa Asemgede, Lastinah,’’ terangnya.

Lukman juga berperan besar dalam mendirikan MTs Sunan Gunung Jati Katemas.

Ini atas ajakan guru MI Cupak (alm) Samian yang kediamannya di Desa Katemas, Kecamatan Kudu.

Jiwa sosialnya juga sangat terasah karena terus menimba ilmu. Sekaligus aktif dalam berbagai keorganisasian di wilayah desa dan kecamatan.

Semuanya dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Hingga akhirnya ia lolos penjaringan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) dan masuk Diklat pada 2021 saat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMPN Ngusikan.

’’Untuk bisa melakukan itu semua, kuncinya adalah harus konsisten dengan kegiatan yang sudah saya agendakan,’’ tegasnya. (dwi/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kepala sekolah #profil #Puisi #muri #rekor muri #SMPN 1 Plandaan #Jombang #asean #guru #Plandaan #antar kota dalam provinsi