JombangBanget.id - Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi di dalam kelas. Bagi Zuhriya Rohmawati SPd, guru Fisika di MA Unggulan KH Abd Wahab Hasbullah (MA UWH) di lingkup Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, peran guru juga meliputi mendidik dan menjadi fasilitator belajar yang hadir bagi siswa kapan pun mereka membutuhkan.
’’Guru itu bukan hanya pengajar, tapi juga pendidik dan fasilitator. Kalau anak-anak mengalami kesulitan dan saya tidak ada jam mengajar, mereka pasti mencari saya. Khususnya tim olimpiade. Setiap hari Minggu kalau saya kosong, mereka datang untuk setoran dan diskusi,’’ bebernya.
Senin, yang menjadi harinya bebas mengajar, justru menjadi momen penuh interaksi.
Zuhriya memanfaatkannya untuk melayani bimbingan siswa, baik dari tim karya tulis ilmiah maupun tim olimpiade sains.
’’Saya ingin menjadi teman belajar yang asyik. Anak-anak itu semangatnya luar biasa, saya hanya perlu hadir dan membersamai,’’ tambahnya.
Sebagai guru, Zuhriya tak pernah berhenti berpikir kreatif. Di waktu-waktu senggang, ia terus mencari cara agar pembelajaran Fisika di kelasnya tidak monoton.
Ia mengembangkan metode dan media ajar inovatif. Seperti ’’Escape Room Fisika’’, untuk mengubah citra Fisika dari pelajaran yang menakutkan menjadi menyenangkan.
Meski terlibat aktif di madrasah, Zuhriya tetap mampu menjaga keseimbangan antara tugas profesional dan peran domestik.
Ia memilih untuk menyelesaikan semua urusan pekerjaan di sekolah.
’’Kalau di rumah, saya fokus pada urusan rumah. Prinsip saya, kerjaan sekolah ya diselesaikan di sekolah,’’ ungkapnya.
Di balik dedikasi luar biasa itu, ada dukungan penuh dari keluarga, terutama suami.
’’Beliau sangat mendukung karir saya. Itu yang membuat saya bisa menjalani peran ini dengan maksimal,’’ terangnya.
Sebagai pembina tim Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Zuhriya memiliki target yang jelas.
’’Ke depan saya ingin anak-anak lolos hingga tingkat provinsi bahkan nasional. Saya ingin terus membimbing dan membuka peluang mereka untuk berprestasi,’’ harapnya.
Di sela-sela kesibukannya, Zuhriya masih menyempatkan diri menekuni hobinya bermain badminton.
Meski tak seintens dulu, ia masih meluangkan waktu bermain bersama rekan guru di madrasah jika waktu memungkinkan. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz