Jom
Salah satu kenaikan yang mencolok terjadi pada komoditas sayur mayur.
”Sayur-mayur banyak yang naik, mungkin dekat maulud, bisa juga faktor cuaca,” uangkap Rahayu, salah satu pedagang di Pasar Legi, Selasa (10/9).
Kentang misalnya, sejak dua pekan terakhir harganya terus merangkak naik.
”Semula harga Rp 18.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 23.000 per kilogram.
Selain itu tomat juga mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 4 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 5 ribu per kg. ”Ada kenaikan tapi tidak tinggi,” bebernya.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas telur. Harga telur semula berkisar Rp 24 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 25.000 per kilogram.
”Terjadi sekitar tiga hari terakhir,” imbuhnya. Meski harga sejumlah bahan pokok naik, Rahayu menyebut pembelian masih normal.
Di sisi lain, harga cabai menunjukkan penurunan yang signifikan.
Cabai rawit yang sebelumnya sempat mencapai Rp 55.000 per kg, kini turun menjadi Rp 38.000 per kg.
Cabai besar juga mengalami penurunan harga, dengan harga saat ini berada di angka Rp 20.000 per kg.
”Harga bawang putih tetap stabil di Rp 34.000 per kg, sedangkan bawang merah masih bertahan di Rp 22.000 per kg. Kenaikan yang signifikan pada kentang mungkin dikarenakan faktor cuaca,” pungkasnya.
Sementara itu, Saripah penjual daging ayam di Pasar Legi mengungkapkan harga daging ayam juga mengalami kenaikan bertahap.
”Harga daging ayam perlahan naik, dua minggu lalu Rp 30 ribu, lalu Rp 31 ribu, dan sekarang Rp 32 ribu per kg. Kendati demikian jika kenaikan ini tidak terlalu mempengaruhi pembelian daging ayam dari konsumen,” tutupnya.
Sementara itu, Widya, salah satu pembeli di Pasar Legi, berharap harga sembako tetap stabil hingga hari-hari mendekati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
”Meskipun ada kenaikan, kami tetap beli karena memang butuh. Tapi kami harap harga bisa tetap stabil,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz