15 Warga Daditunggal Jombang Dilatih Bikin Keripik hingga Pasarkan Online

Dwi Aris Supriyanto • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:59 WIB
BEKAL KETERAMPILAN: Kepala Desa Daditunggal Suliono mendampingi Camat Ploso Faizal Ariawan dan perwakilan Disdagrin Jombang saat kegiatan pelatihan keterampilan kerja bagi warga Desa Daditunggal, Senin (10/8). (Dwi Aris/Radar Jombang)
BEKAL KETERAMPILAN: Kepala Desa Daditunggal Suliono mendampingi Camat Ploso Faizal Ariawan dan perwakilan Disdagrin Jombang saat kegiatan pelatihan keterampilan kerja bagi warga Desa Daditunggal, Senin (10/8). (Dwi Aris/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sebanyak 15 warga Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Jombang, mengikuti pelatihan IKM keripik yang digelar Pemdes Daditunggal bersama Disdagrin Jombang selama sembilan hari pada Agustus 2026.

Mulai dari pengolahan produk hingga pemasaran digital.

Pelatihan dilakukan selama sembilan hari sejak Senin hingga Sabtu (10-15/8) dan dilanjutkan Selasa hingga Kamis (18-20/8).

Baca Juga: Implementasi Ajaran Ki Hajar Dewantara Neng-Ning-Nung-Nang  untuk Kebangkitan Tamansiswa

Fokus utamanya adalah inkubasi bisnis Industri Kecil dan Menengah (IKM) keripik.

Kegiatan ini terlaksana melalui alokasi anggaran program Desa Mantra yang bersumber dari APBD 2026 Kabupaten Jombang.

Pemdes Daditunggal memilih lima belas warga desa yang dibagi menjadi tiga kelompok sebagai perwakilan dari tiap dusun, meliputi Dusun Cuwalang, Dusun Plumpang Wetan, dan Dusun Pumpang Kulon sebagai peserta pelatihan.

”Kami berharap dengan adanya pelatihan berbagai macam jenis olahan ini dapat membantu masyarakat untuk semakin meningkatkan produktivitas sekaligus berdampak bagi perekonomiannya,” tandas Kepala Desa Daditunggal Suliono.

Baca Juga: Muktamar NU di Jombang Sukses, Sekdakab Apresiasi Sinergi OPD

Selama pelatihan, Pemdes Daditunggal dan Disdagrin Kabupaten Jombang mendorong IKM di wilayah desa setempat untuk naik kelas melalui inovasi, kreativitas, dan peningkatan daya saing melalui peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan dan pemasaran, pengembangan kapasitas usaha hingga pendampingan berkelanjutan.

”Produk yang dikembangkan adalah keripik pisang, keripik ketela dan selai pisang,” lanjut Suliono.

Peserta pelatihan diajarkan cara mengolah bahan baku menjadi produk berkualitas, higienis, hingga memiliki cita rasa unggulan.

Kemasan produk turut menjadi atensi untuk semakin meningkatkan nilai jual.

Peserta turut diberikan materi digital marketing dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Termasuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pelaku IKM dalam pengembangan bisnis.

Baca Juga: Binrohtal: Gandeng Nabi Muhammad Jadi Istimewa, KH Khairil Anam Ungkap Kisah Khalid bin Walid

Sekaligus mendorong pelaku IKM agar semakin mandiri, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi persaingan pasar.

”Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan, ilmu serta legalitas untuk mengoptimalkan potensi yang ada di lokal desa kami, tujuan utamanya untuk meningkatkan perekonomian warga setempat,” pungkasnya. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Daditunggal keripik online Jombang Pelatihan