JombangBanget.id – Pemdes di Jombang tak mau tergesa-gesa dalam merealisasikan pengadaan kendaraan operasional kepala desa (Kades).
Meski anggaran sudah dicairkan ke rekening desa sejak Maret lalu, mayoritas kepala desa memilih menahan diri dan menunggu kejelasan petunjuk teknis (juknis) agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi menyampaikan, hingga kini belum ada keputusan terkait jenis motor yang akan dibeli.
Pembahasan telah berlangsung, terutama terkait spesifikasi kendaraan yang dinilai harus sesuai ketentuan.
”Belum ada keputusan. Masih ada perdebatan terkait penerjemahan spesifikasi,” ujarnya, Selasa (7/4).
Dia menjelaskan, setidaknya ada empat jenis kendaraan roda dua yang masuk dalam kriteria awal. Yakni Yamaha NMAX, Honda PCX, Honda ADV, serta Yamaha Aerox.
Namun, para kepala desa masih mencermati kesesuaian spesifikasi tersebut dengan aturan yang berlaku.
”Empat itu yang masuk kriteria. Tapi kami tidak ingin terburu-buru. Harus benar-benar sesuai aturan,” imbuhnya.
Selain persoalan spesifikasi, para kepala desa juga meminta adanya pendampingan dalam proses pengadaan.
”Itu penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur serta menghindari potensi pelanggaran administrasi,” bebernya.
Ia menyebut, hingga kini koordinasi lintas kecamatan melalui Perkumpulan Kepala Desa Indonesia (PKDI) juga terus dilakukan. Dalam waktu dekat, para kades berencana kembali menggelar komunikasi bersama guna menyamakan persepsi.
”Mungkin minggu depan lintas kecamatan yang diwadahi PKDI akan komunikasi lagi. Para kades sangat berhati-hati dalam proses pembelian,” katanya.
Erwin menegaskan, kehati-hatian juga dilakukan untuk menghindari praktik-praktik yang berpotensi menyalahi aturan, seperti cashback atau bentuk pengembalian dana lainnya.
”Kami ingin semuanya klir, tidak ada istilah cashback,” tegasnya.
Baca Juga: Pembangunan Gerai Selesai, Kopdes Merah Putih Jatimlerek Jombang Terima Armada Distribusi Pertama
Sementara itu, Kepala Desa Tunggorono Didik Dwi Mulyawan membenarkan anggaran Program Desa Mantra sudah masuk ke rekening desa.
Namun, hingga saat ini belum seluruhnya digunakan. ”Anggaran program Desa Mantra sudah cair, masuk rekening desa semua,” ujarnya.
Dia menyebut, penggunaan anggaran sejauh ini baru difokuskan pada pembayaran insentif RT/RW periode Januari hingga Maret. Hak para perangkat lingkungan tersebut sudah disalurkan kepada penerima.
”Kami baru ambil untuk insentif RT/RW Januari sampai Maret dan sudah kami berikan,” jelasnya.
Adapun untuk pengadaan kendaraan operasional desa, pihaknya masih menunggu kejelasan mekanisme. Hingga saat ini, belum ada informasi rinci yang bisa dijadikan acuan pelaksanaan di lapangan.
”Untuk pengadaan kendaraan operasional, sampai detik ini mekanismenya kami juga belum tahu. Masih menunggu info lebih lanjut,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah desa di Jombang mulai mematangkan rencana pengadaan motor operasional untuk kepala desa lewat anggaran Desa Mantra.
Ketua Ketua Perkumpulan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Jombang Supono, menyebut tahap awal difokuskan pada survei harga dan spesifikasi teknis. Sejumlah desa sudah menjajaki vendor, dengan harapan jenis dan warna motor bisa seragam agar tampak kompak.
Dari hasil komunikasi antar-koordinator kecamatan, pilihan mengarah ke merek Honda dengan kisaran anggaran Rp 40 juta per unit, menyesuaikan kemampuan masing-masing desa.
Aparat penegak hukum juga dilibatkan untuk memastikan proses pengadaan sesuai aturan. Targetnya, motor operasional terealisasi bulan depan. ”Insya Allah bulan depan,” tandasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz