JombangBanget.id - Perbaikan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang belum juga rampung meski sudah sekitar sepekan berjalan.
Bangunan yang rusak diterjang angin kencang pada Senin (30/3) sore itu hingga kini masih menyisakan sejumlah kerusakan. Salah satunya bagian atap dan plavon.
Pantauan di lokasi, Selasa (7/4) siang, menunjukkan perbaikan belum selesai sepenuhnya. Dinding seng sisi timur yang sebelumnya jebol memang sudah tertutup kembali.
Namun, sebagian atap masih terlihat bolong. Aktivitas perbaikan masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak hilir mudik keluar masuk gedung. Beberapa anggota TNI juga terlihat memantau jalannya proses perbaikan.
Baca Juga: Polisi Kantongi 30 Nama, 8 Diamankan, Buntut Konvoi Berujung Bentrok di Jombang
Kepala Desa Kedungrejo Nurrudin membenarkan pekerjaan masih berjalan. ”Untuk perbaikannya masih berjalan, belum rampung,” terangnya.
Ia menjelaskan, perbaikan telah dimulai sejak sehari setelah kejadian. Bangunan tersebut rusak akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Senin (30/3) sore.
”Perbaikan langsung kemarin setelah ada peninjauan dari Dandim juga. Karena belum ada serah terima ke desa perbaikan juga dilakukan kontraktor," lanjutnya.
Menurut Nurrudin, perbaikan difokuskan pada titik-titik kerusakan agar kondisi bangunan bisa kembali seperti semula.
”Yang jelas sesuai petunjuk kemarin, yang rusak harus dikembalikan 100 persen lagi. Plavon juga ini sudah dimulai diperbaiki,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah Jombang, Senin (30/3) sore, memicu kerusakan cukup luas. Selain menghantam dua bangunan rumah sakit dan pasar, terjangan angin juga merusak gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh.
Ironisnya, bangunan tersebut baru rampung dibangun dan bahkan belum beroperasi. Hempasan angin merusak bagian dinding gerai dari bahan galvalum di sisi utara hingga jebol.
Tak hanya itu, plafon berbahan hardboard di bagian dalam bangunan runtuh seluruhnya. Tingkat kerusakan ditaksir mencapai 30 persen. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz