Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Harga Telur Belum Pulih, Peternak Jombang Makin Tertekan

Ainul Hafidz • Selasa, 9 Juni 2026 | 07:57 WIB
TURUN: Pedagang telur di Pasar Pon, Jombang menunjukkan telur yang siap jual. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
TURUN: Pedagang telur di Pasar Pon, Jombang menunjukkan telur yang siap jual. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Harga telur ayam di Jombang belum juga pulih.

Di tingkat peternak, harga masih bertahan di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 22.500 per kilogram, nyaris menyentuh harga pokok produksi (HPP).

Kondisi ini membuat margin keuntungan peternak semakin tipis, bahkan terancam merugi jika biaya produksi kembali naik.

Salah satu peternak ayam petelur di Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Eko Murdianto, mengatakan harga telur di kandang belum menunjukkan perbaikan signifikan sejak setelah Lebaran.

Baca Juga: Ziarah ke Thaif, Jemaah Haji Jombang Kunjungi Makam Abdullah bin Abbas

”Sekarang di kandang sekitar Rp 22 ribu sampai Rp 22.500 per kilogram. Sebelumnya malah sempat Rp 21.500 per kilogram. Setelah Lebaran harga jatuh terus sampai sekarang, sudah sekitar tiga bulan,” katanya.

Harga tersebut masih jauh dibanding sebelum Idul Fitri yang sempat berada di kisaran Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram.

Di tengah harga jual yang rendah, peternak justru dibebani kenaikan biaya pakan. Saat ini harga pakan jadi mencapai Rp 6.900 per kilogram.

Sementara konsentrat naik dari Rp 475 ribu menjadi Rp 495 ribu per sak (50 kilogram).

”Harga telur turun, tetapi pakan naik. Kemungkinan karena overpopulasi,” imbuhnya.

Saat ini HPP telur di tingkat peternak sekitar Rp 22.300 per kilogram. Dengan harga jual yang nyaris setara, keuntungan peternak sangat tipis. Jika harga pakan kembali naik, kerugian menjadi ancaman nyata.

Karena itu, peternak berharap ada intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Salah satunya melalui penyerapan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

”Harapannya pemerintah ikut berperan supaya harga tidak semakin jatuh. Dapur MBG bisa menyerap langsung dari peternak atau UMKM, bukan melalui pihak lain,” ujarnya.

Baca Juga: Program Seragam Gratis untuk 46 Ribu Siswa Jombang Mulai Dipersiapkan, Penjahit Diseleksi

Di sisi lain, harga telur di tingkat konsumen juga masih relatif rendah. Salah satu pedagang di Pasar Pon Jombang, Sarmudi, menyebut harga jual saat ini Rp 24 ribu per kilogram.

”Hari ini (kemarin) Rp 24 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram,” katanya.

Meski turun, daya beli masyarakat tetap terjaga. Pedagang yang akrab disapa Cak Mad itu menyebut penjualan masih stabil.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang Anjik Eko Saputro mengatakan penurunan harga justru menguntungkan konsumen, meski berdampak pada peternak.

”Kalau ada penurunan harga telur, bagi pembeli tidak ada masalah. Yang terdampak justru peternaknya. Untuk itu menjadi ranah teman-teman dinas peternakan,” ujarnya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#peternak #harga telur #Pakan #Jombang #telur