Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Manfaatkan Lahan Kosong, Warga Wonosalam Jombang Ini Berbagi Tips Cara Mudah Budi Daya Cacing ANC

Anggi Fridianto • Kamis, 8 Mei 2025 | 22:04 WIB

 

BERPOTENSI: Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang saat merawat tanaman cacingnya, (5/7).
BERPOTENSI: Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang saat merawat tanaman cacingnya, (5/7).

JombangBanget.id - Kecamatan Wonosalam, Jombang kaya akan potensi sumber daya alamnya.

Hal ini membuat Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang memanfaatkan lahan di sekitar kebunnya untuk budi daya cacing jenis ANC.

Selain perawatan mudah, Wulyoadi juga tertarik budi daya karena harga jual tinggi.

Wulyoadi memanfaatkan lahan kosong di kebun duriannya untuk dijadikan tempat penangkaran cacing tanah jenis ANC.

Sementara ini, ia baru memiliki enam petak kolam cacing dimana 1 petak kolam penangkaran cacing berukuran 1 x 8 meter.

”Saya baru mulai awal tahun lalu. Awalnya tertarik karena budi daya cacing kan tidak perlu perawatan ekstra, selian itu harga jual juga bersaing,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, (5/7).

Ia mengatakan, satu petak kolam penagkaran cacing diisi sekitar 10 kilogram bibit cacing.

Perawatannya pun cukup mudah, ia cukup memberikan kotoran hewan ternak yang sudah mengering sebagai pakan cacing.

”Kita siapkan paranet di atas kolam penangkaran agar tidak panas. Sebab, kalau tanahnya kepanasan, maka cacing akan keluar dari tanah dan mati,’’ papar dia.

Cacing jenis ANC yang dia budi dayakan, belakangan ini memang cukup diminati petani setempat.

Selain perawatan yang mudah, juga tidak membutuhkan alokasi lahan besar untuk tempat budi daya. Warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah atau kebun mereka.

Baca Juga: Waduh, Banyak Sampah Berserakan di Kawasan Hutan Wonosalam, DLH Jombang Bilang Begini

”Ya, asalkan tempatnya teduh dan tidak panas,’’ jelas dia.

Tak hanya itu, harga jual cacing juga lumayan menggiurkan. Per kilogramnya, dibanderol Rp 50 ribu.

”Nantinya penjualannya bisa lewat komunitas yang ada di Wonosalam,’’ jelas dia.

Saat ini, ia mengaku baru memulai usaha tersebut. Sehingga belum tahu berapa keuntungan yang didapat dari budi daya cacing.

”Ini tahun pertama, jadi mungkin panen 1-2 bulan lagi,’’ pungkasnya.

Kotoran Cacing untuk Pupuk Organik

Hal lain yang membuat Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang tertarik budi daya cacing karena kotoran cacing memiliki manfaat yang baik untuk tanaman.

Kotoran cacing bisa digunakan untuk memupuk tanaman.

BERPOTENSI: Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang saat merawat tanaman cacingnya (5/7).
BERPOTENSI: Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang saat merawat tanaman cacingnya (5/7).

”Ya, kotorannya kan bisa dibuat untuk kompos cacing,’’ ujar dia kepada Jawa pos Radar Jombang.

Kotoran cacing, lanjut dia, biasanya akan terkumpul di kolam usai cacing memakan kotoran ternak yang sudah kering.

Gumpalan mirip tanah berwana cokelat-hitam itu terbukti mampu menyuburkan tanah.

”Sudah terbukti, ini sering kali dipakai untuk pupuk organik,’’ jelas dia.

Baca Juga: Dikemas Menarik, Sambal Teri Petai Wonosalam Jombang Cocok Buat Oleh-Oleh, Birikut Daftar Harganya

Biasanya, petani tak langsung menggunakan kotoran cacing untuk pupuk, melainkan disaring lebih dahulu agar bersih.

”Biasanya kita ayak dulu supaya bersih,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Budi Daya Cacing #tips dan trik #lahan kosong #Tukum #wonderland wonosalam #Wonosalam #Jombang #Cacing ANC