JombangBanget.id - Perayaan Natal dan tahun baru tak bisa lepas dari terompet. Salah satu produk yang banyak dicari.
Tingginya permintaan terompet saat momen Natal dan tahun baru menjadi berkah bagi para perajin terompet.
Salah satunya dirasakan Adi Santoso, 26, perajin terompet asal Kecamatan Mojowarno, Jombang.
Saat Jawa Pos Radar Jombang mengunjungi rumahnya, terlihat sejumlah orang tengah sibuk menyelesaikan pembuatan terompet.
Tumpukan terompet yang masih setengah jadi terlihat memenuhi teras rumah. Tak hanya itu, di sejumlah sudut rumahnya, banyak tumpukan terompet yang siap dijual.
Ya, akhir tahun jelang Natal dan tahun baru adalah momen yang sangat ditunggunya bersama keluarga.
Ia dan ayahnya Supardi, 62, adalah perajin terompet kertas yang hingga kini masih eksis. ”Sudah puluhan tahun membuat terompet. Ini saya juga meneruskan dari orang tua,” ungkapnya.
Gelondongan kertas putih di depan rumahnya, adalah bakal terompet. Gelondongan itu, terbuat dari kertas yang kemudian dibasahi dengan campuran lem dan air.
”Pemberian lem ini supaya terompetnya lebih awet, lebih kaku, dan tahan air,” lanjutnya.
Proses penjemuran ini, sangat tergantung dengan terik matahari. Semakin terik cuacanya, semakin cepat juga pengeringannya.
”Setelah kering, gelondongan mulai dipasang sempritan bambu biar bunyi, setelah itu dihias, pakai kertas warna warni, pakai pita,” imbuhnya.
Terakhir, terompet ini kemudian dihias dengan ragam motif. Mulai kepala naga hingga beberapa hiasan lainnya pada bagian ujungnya. “Karena peminatnya kebanyakan kan anak-anak, jadi ya disesuaikan,” imbuhnya.
Meski dikerjakan manual, ia mengaku bisa memproduksi hingga ribuan terompet. “Untuk penjualan rata-rata luar kota, karena lebih banyak dijual online kalau sekarang,” lontarnya. (riz/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz