JombangBanget.id – MI, 12, bocah SD di Desa/Kecamatan Ngusikan, dilaporkan meninggalkan rumah sejak Selasa (28/5) malam.
Sebelumnya, ia dinasehati ibunya Miming Novianti, 37, setelah bermain petak umpet di belakang rumah.
“Dia itu sebelumnya petak umpet di rumah, sudah malam akhirnya saya panggil, saya kasih tahu,” ungkapnya.
Ia menasehati anaknya agar tidak melakukan petak umpet di malam hari karena membahayakan.
“Di belakang banyak bekas potongan kayu, ada blumbang juga, saya khawatir kalau kena apa-apa,” imbuhnya.
Namun usai dinasehati, si anak diam tak banyak memberi jawaban. Hingga sekitar pukul 21.00, MI masih berdiam di kamar.
“Waktu suami mengunci pintu, dia masih di kamar, memegang buku,” lontarnya.
Saat itu ia masuk ke kamar berbeda bersama suami dan anaknya yang paling kecil (adik sambung MI).
“Terus beberapa menit kemudian, saya merasa tidak enak, waktu saya keluar mau charge HP ternyata anaknya sudah tidak ada, pintu belakang juga sudah terbuka,” lontarnya.
Barulah ia tahu, jika saat memegang buku, MI sebenarnya tidak belajar. Sebaliknya, ia menulis surat yang kemudian ditinggalkannya.
Anak kandungnya itu pergi dengan membawa tas berisi seragam sekolah dan kartu ujian.
MI juga membawa uang dalam celengannya sendiri. Upaya pencairan telah dilakukan hingga pukul 02.00, Rabu (29/5) dini hari.
Namun upayanya tak berhasil hingga sekarang. “Sudah lapor polisi, sampai sekarang belum ada perkembangan, tapi sudah disebarluaskan,” beber dia.
Kapolsek Ngusikan Iptu Suraji, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan kehilangan anak tersebut. Laporan dilakukan Kamis (30/5) malam.
“Kami juga sudah mendatangi rumahnya serta memeriksa keluarga dan kerabatanya,” ucapnya.
Sejauh ini, pihaknya telah melacak keberadaan ayah MI yang berada di Lumajang.
“Kami berjejaring dengan kepolisian sana, pengumuman melalui media sosial juga layanan pesan dan grup juga terus disebar, yang jelas upaya pencarian masih dilakukan,” pungkasnya. (riz/bin)
Editor : Ainul Hafidz