Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Proyek Sekolah Rakyat di Jombang Tertutup, PT Waskita Karya Bilang Begini

Azmy endiyana Zuhri • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:58 WIB
Proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Jombang.
Proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Jombang.

JombangBanget.id – Sorotan miring terkait pelaksanaan proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang yang membatasi awak media meliput direspons PT Waskita Karya.

Perusahaan pelat merah ini berdalih seluruh aktivitas di lapangan dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) demi menjamin keselamatan kerja.

”Di dalam proyek banyak alat berat yang beroperasi. Karena itu SOP kami terapkan ketat agar pekerjaan berjalan aman,” ujarnya, Kamis (22/1).

Menurutnya, penerapan SOP menjadi perhatian utama mengingat padatnya aktivitas di lapangan.

Penataan material, pengaturan jalur alat berat, hingga pembatasan area tertentu dilakukan untuk meminimalkan risiko kerja.

Hingga memasuki minggu ke-9 pelaksanaan, progres pembangunan justru melampaui rencana.

Dari target kumulatif 5,75 persen, realisasi pekerjaan telah mencapai 7,27 persen atau lebih cepat sekitar 1,52 persen.

”Dengan pengawasan yang disiplin, progres tetap bisa kami jaga di atas target,” katanya.

Pantauan di lokasi proyek, aktivitas alat berat masih mendominasi area pembangunan.

Sejumlah pekerjaan struktur tengah dikerjakan, mulai dari pemancangan di beberapa titik gedung, pembesian, hingga pengerjaan kolom.

Area kerja ditata dan dibatasi secara ketat demi menjaga keselamatan.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Jombang Tertutup: Anggaran Gelondongan, Akses Informasi Dibatasi

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang digarap PT Waskita Karya, menuai sorotan.

Alih-alih transparan, proyek bernilai miliaran rupiah ini justru terkesan tertutup dan minim informasi.

Saat Jawa Pos Radar Jombang melakukan peliputan ke lokasi proyek, Selasa (13/1) sekitar pukul 12.30, salah satu petugas justru melarang awak media masuk ke area proyek maupun mengambil gambar.

Upaya meminta konfirmasi langsung dari pihak pelaksana pun berakhir buntu.

”Maaf mas, tidak bisa ambil foto atau masuk ke dalam,” ujar salah satu petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk proyek.

Komisi C DPRD Kabupaten Jombang menyoroti keras proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang dinilai tertutup dan minim transparansi.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifullah, menyampaikan keprihatinannya lantaran hingga kini sejumlah informasi yang seharusnya terbuka untuk publik belum dipublikasikan.

Mulai dari nilai anggaran secara rinci, progres pekerjaan, hingga jadwal penyelesaian proyek. Bahkan, akses media ke lokasi proyek juga dilaporkan dibatasi.

”Kami sangat prihatin. Proyek ini menggunakan APBN dan merupakan program nasional, sehingga informasi terkait anggaran, progres, dan target penyelesaian seharusnya bisa diakses publik,” tegas Syaifullah (14/1).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persepsi negatif di tengah masyarakat. Ada tiga poin yang menjadi sorotan Komisi C.

Pertama, membuka informasi anggaran proyek secara jelas dan terperinci kepada publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik.

Kedua, memastikan akses media dan para pemangku kepentingan ke lokasi proyek guna menjamin akurasi peliputan sekaligus pengawasan oleh masyarakat.

Ketiga, pihak pelaksana diminta aktif mengkomunikasikan progres serta target penyelesaian proyek, sehingga publik memiliki gambaran yang utuh terkait penggunaan anggaran negara.

”Masyarakat berhak tahu sejauh mana progres pembangunan dan bagaimana dana negara digunakan,” ujarnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #kementerian pu #Dinas PUPR Jombang #proyek sekolah rakyat #Tunggorono #Jombang #Dinsos Jombang #Sekolah Rakyat #pt waskita karya #waskita #kemensos