JombangBanget.id – Remaja kerap dipersepsikan sebagai kelompok yang penuh masalah, sulit diatur, atau berada dalam fase pemberontakan.
Namun, ketika hadir dan berinteraksi langsung dengan mereka, gambaran itu menjadi jauh lebih kompleks dan manusiawi.
Hal inilah yang dirasakan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mengikuti program Magang Berdampak di UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Jombang.
Fahmida Qurrotussalwa, salah satu mahasiswa, mengatakan para remaja binaan di PSBR bukan sekadar menghadapi persoalan perilaku.
Banyak dari mereka menyimpan beban psikologis dan emosional.
“Kami menemukan bahwa rasa tidak percaya diri, kecemasan, hingga konflik internal menjadi tantangan yang cukup kuat dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Selama menjalani magang, Fahmida bersama tim tidak hanya melakukan pengamatan.
Juga terlibat dalam asesmen psikososial terstruktur, observasi perilaku, serta pendampingan melalui konseling individual dan kelompok.
Fahmida menegaskan, pengalaman magang ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik.
Program ini sekaligus menunjukkan komitmen Prodi Bimbingan dan Konseling Unesa dalam menyiapkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata di masyarakat.
”Informasi lebih lanjut tentang program studi kami dapat diakses melalui website resmi https://bk.fip.unesa.ac.id,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan magang ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang menaungi PSBR Jombang. Yang informasinya bisa dilihat di https://dinsos.jatimprov.go.id/profil/upt/show/8.
Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, Fahmida berharap masyarakat semakin menyadari remaja bukan hanya objek pembinaan, tetapi individu yang membutuhkan dukungan psikologis dan sosial yang nyata.
Ia juga meyakini merawat kesehatan mental remaja adalah tanggung jawab bersama yaitu akademisi, lembaga sosial, pemerintah, hingga masyarakat umum. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz