SELASA (10/11), saat diniyah siang di Pondok Pesantren Al Mahfudz, Seblak, Ustad Hadi menjelaskan pentingnya menjauhi akhlak mazmumah atau akhlak tercela.
’’Pelajar harus menjauhi malas, bohong, dan sombong,’’ tuturnya.
Pelajar yang rajin, jujur, dan rendah hati akan dimudahkan Allah dalam memahami ilmu dan meraih kesuksesan dunia akhirat.
Malas membuat pelajar enggan belajar, menunda tugas, dan tidak disiplin.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajari doa; Allahumma inni auzubika minal ajzi wal kasal; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.
KH Hasyim Asy’ari menegaskan, santri atau penuntut ilmu tidak boleh bermalas-malasan karena menuntut ilmu adalah ibadah yang agung dan butuh kesungguhan.
Santri tidak boleh bohong. Nabi bersabda: Hendaklah kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.
Jauhilah dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.
Santri harus menjauhi sombong. Karena sombong membuat pelajar merasa paling pintar dan enggan belajar dari orang lain.
KH Hasyim Asy’ari mengingatkan: Ilmu tidak akan masuk ke hati yang sombong.
KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim berpesan, seorang penuntut ilmu harus membersihkan hatinya dari akhlak yang buruk agar ilmunya membawa berkah.
Oleh Bening Airaisyah, Kelas 7-D, SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz