SELASA (25/8) bakda salat Isya di Musala Pesantren Putri Al Masruriyyah Tebuireng para santri mengikuti pengajian kitab Attibyan oleh Gus Sulhan.
Beliau menerangkan keutamaan membaca Alquran.
’’Membaca Alquran dengan suara lirih seperti sedekah siri. Membaca Alquran dengan suara keras seperti sedekah ngedeng,’’ tuturnya.
Mengeraskan suara saat membaca Alquran itu baik, tetapi jangan sampai mengganggu orang lain.
Ini memberi semangat saat mengaji dan memberi pahala bagi orang yang mendengarkan.
Saat ada orang sakit, kita tidak boleh mengaji dengan suara keras karena akan mengganggu.
Membaca Alquran bersama-sama lebih baik dikeraskan. Karena jika salah ada yang mengingatkan.
’’Pahala bagi orang yang belajar Alquran itu lebih banyak dibanding orang yang sudah bisa membaca Alquran,’’ terangnya.
Pahala orang yang belajar ada dua. Yaitu pahala belajar dan membaca.
Sedangkan pahala orang yang sudah bisa hanya satu, pahala membaca saja.
Maka belajarlah selagi ada kesempatan.
Baca Juga: Student Journalism: Latihan Dasar Kepemimpinan
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Kelak di akhirat Alquran akan memberi syafaat pada pembacanya.
Membaguskan suara saat membaca Alquran itu sunah.
Oleh Afika Putri Fadhila, Kelas 9-D SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz