
JombangBanget.id – Sebanyak 200 siswa dan guru pendamping dari SMA dan SMK negeri maupun swasta mengikuti pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta coding yang difasilitasi Cabdin Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Pelatihan ini diharapkan melahirkan siswa pelopor yang dapat membagikan pengetahuan digital kepada teman-temannya dengan pendampingan guru di sekolah masing-masing.
Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Dr Eko Redjo Sunariyanto mengatakan, pengembangan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.
Baca Juga: Lawan Perundungan, Pemprov Sinergi DSC Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang
Siswa juga perlu dibekali karakter, keterampilan, serta strategi untuk menghadapi persaingan di jenjang pendidikan berikutnya.
Salah satu program yang terus diperkuat adalah pembiasaan karakter melalui lingkungan sekolah, yaitu SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang dicanangkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timut.
”Penguatan karakter ini terlihat sederhana, tetapi sangat penting. Anak-anak mulai memiliki kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, dan menerapkan budaya positif di sekolah. Harapannya, kebiasaan itu benar-benar menjadi karakter mereka,” ujarnya.
Menurut Eko, penerapan budaya sekolah yang bersih, kepedulian terhadap lingkungan, serta konsep green school perlu menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah.
Pembelajaran lingkungan juga diharapkan mendorong siswa lebih kreatif dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memahami perhitungan modal dan keuntungan dalam kegiatan kewirausahaan.
Selain karakter, Cabdin memberikan perhatian pada penguasaan teknologi informasi.
Salah satunya melalui pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan coding yang diikuti 200 siswa dan guru pendamping dari berbagai SMA dan SMK negeri maupun swasta.



