Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Jombang Sentil Proyek Sekolah Rakyat di Tunggorono

A

 

Proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Jombang.
Proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Jombang.

JombangBanget.id - Komisi C DPRD Kabupaten Jombang menyoroti keras proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang dinilai tertutup dan tidak transparan.


Advertisement

Proyek bernilai miliaran rupiah yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu disebut belum memenuhi prinsip keterbukaan informasi publik.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifullah, menyampaikan keprihatinannya lantaran hingga kini sejumlah informasi yang seharusnya terbuka untuk publik belum dipublikasikan.

Mulai dari nilai anggaran secara rinci, progres pekerjaan, hingga jadwal penyelesaian proyek. Bahkan, akses media ke lokasi proyek juga dilaporkan dibatasi.

Advertisement

”Kami sangat prihatin. Proyek ini menggunakan APBN dan merupakan program nasional, sehingga informasi terkait anggaran, progres, dan target penyelesaian seharusnya bisa diakses publik,” tegas Syaifullah (14/1).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persepsi negatif di tengah masyarakat.

Karena itu, Komisi C DPRD Jombang menyerukan kepada pihak-pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi pemerintah pusat, untuk segera melakukan perbaikan dalam hal keterbukaan informasi.

Advertisement

Ada tiga poin yang menjadi sorotan Komisi C. Pertama, membuka informasi anggaran proyek secara jelas dan terperinci kepada publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik.

Kedua, memastikan akses media dan para pemangku kepentingan ke lokasi proyek guna menjamin akurasi peliputan sekaligus pengawasan oleh masyarakat.

Ketiga, pihak pelaksana diminta aktif mengkomunikasikan progres serta target penyelesaian proyek, sehingga publik memiliki gambaran yang utuh terkait penggunaan anggaran negara.

”Masyarakat berhak tahu sejauh mana progres pembangunan dan bagaimana dana negara digunakan,” ujarnya.

Syaifullah menegaskan, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga menjadi landasan utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap program pembangunan nasional.

”Kepercayaan masyarakat akan tumbuh jika informasi disampaikan secara terbuka dan jujur,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang digarap PT Waskita Karya, menuai sorotan.

Alih-alih transparan, proyek bernilai miliaran rupiah ini justru terkesan tertutup dan minim informasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (13/1) sekitar pukul 12.30, awak media tidak diperkenankan masuk ke area proyek maupun mengambil gambar.

Upaya meminta konfirmasi langsung dari pihak pelaksana pun berakhir buntu.

”Maaf mas, tidak bisa ambil foto atau masuk ke dalam,” ujar salah satu petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk proyek.

Tak hanya akses peliputan yang dibatasi, papan proyek juga tidak mencantumkan informasi anggaran secara detail.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait keterbukaan informasi publik, terlebih proyek tersebut menggunakan dana pemerintah.(yan/naz)

Advertisement

Artikel Terkait

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Sebanyak 11 kios di Pasar Pon Jombang bakal disegel oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang.

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Pemkab Jombang menyiapkan Rp 200 juta untuk pembangunan palang pintu kereta api di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, tetapi proyek belum dapat dimulai. Pemkab masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan setelah

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Penataan tiang dan kabel fiber optic (FO) kini diprioritaskan di kawasan Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Penertiban infrastruktur jaringan tersebut dikebut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer