Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Era Warsubi-Salman, Jombang Jadi Kota Ramah Lingkungan dengan Banyak Prestasi

Achmad RW • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:34 WIB
DLH Jombang masuk TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
DLH Jombang masuk TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

JombangBanget.id – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati M. Salmanudin Yazid, sektor lingkungan hidup menjadi salah satu fokus pembenahan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mencatat sejumlah capaian signifikan, mulai penguatan regulasi hingga peningkatan indikator kualitas lingkungan.

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum menyampaikan, sejak awal kepemimpinan, arah kebijakan difokuskan pada tiga isu prioritas.

”Penurunan kualitas sumber daya air, penurunan tutupan vegetasi, dan belum optimalnya pengelolaan sampah menjadi perhatian utama. Itu yang kami akselerasi selama satu tahun ini,” ujarnya.

Menurut Ulum, penguatan kebijakan menjadi fondasi awal.

Pemkab Jombang menerbitkan SK Bupati Nomor 100.3.3.2/121/415.10.1.3/2025 tentang Peta Jalan Rencana Aksi Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah 2025–2026 serta Peraturan Bupati Nomor 78 Tahun 2025 tentang Rencana Induk Pengelolaan Sampah.

”Regulasi ini bukan sekadar dokumen, tapi panduan operasional agar penanganan sampah lebih terarah dan terukur,” tegasnya.

Komitmen tersebut selaras dengan peluncuran Gerakan Indonesia Asri oleh Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor, 2 Februari 2026.

Di tingkat daerah, gerakan itu diperkuat melalui surat edaran bupati serta penguatan program Jombang RESIK (Reduksi Sampah Mulai Dari Kita).

”Bukan hanya membersihkan, tetapi mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari sumbernya,” kata Ulum.

Kebijakan lain yang digulirkan adalah program Satu Pernikahan Satu Pohon Lestari melalui Surat Edaran Bupati Nomor 100.3.4/251/415.01/2025.

Baca Juga: Tekan Sampah Plastik, Dinas Pendidikan Jatim Dorong Sekolah di Jombang Lebih Ramah Lingkungan

Program ini mendorong konservasi lahan kritis dan perlindungan sumber daya air.

Di sisi infrastruktur, sepanjang 2025 dibangun TPS3R di Desa Keboan, Desa Pucangsimo, Desa Cukir dan Desa Tanjunggunung.

Penambahan fasilitas ini diharapkan memperluas cakupan layanan sekaligus menggerakkan ekonomi sirkular berbasis sampah.

”TPS3R bukan hanya tempat olah sampah, tetapi pusat pemberdayaan masyarakat,” jelas Ulum.

Kolaborasi juga diperkuat dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam pembangunan IPAL Komunal Industri Tahu di Kecamatan Jogoroto. Peletakan batu pertama dilakukan 16 September 2025.

”Ini solusi konkret mengatasi limbah industri tahu yang selama ini menjadi persoalan,” imbuhnya.

Hasilnya, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) meningkat dari 64,88 pada 2024 menjadi 69,45 pada 2025.

Persentase pengelolaan sampah juga naik dari 45,03 persen menjadi 57,48 persen.

”Kenaikan ini bukti kerja kolaboratif. Masih banyak pekerjaan rumah, tapi tren kita positif,” tandas Ulum.

Tahun 2026, DLH memprioritaskan pembangunan Ruang Terbuka Hijau Terintegrasi di Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro dan Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh.

Langkah itu menjadi bagian dari konsistensi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua.

Perkuat Kolaborasi, Jombang Panen Penghargaan Lingkungan

SELAIN pembenahan regulasi dan infrastruktur, satu tahun kepemimpinan Warsubi–Salman juga ditandai penguatan partisipasi publik dalam pengelolaan lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup Jombang menggencarkan berbagai program berbasis sekolah, pesantren, desa hingga komunitas.

Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum menegaskan, keberhasilan sektor lingkungan tidak bisa bergantung pada pemerintah semata.

”Kunci utamanya kolaborasi. Tanpa keterlibatan masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan, capaian tidak akan optimal,” katanya.

Program Adiwiyata, Ecopesantren, Ekowisata Permata Hati, Green Youth Leadership, Kampung Iklim hingga sinergi dengan Perhutani, Kantor Kementerian Agama, PKK dan pihak swasta terus diperkuat.

”Kami selaraskan program horizontal antar-OPD dan vertikal dengan instansi lain. Semua bergerak dalam satu visi,” ujar Ulum.

Dari kolaborasi tersebut, sejumlah prestasi diraih sepanjang 2025.

Di antaranya, 2 sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, 6 sekolah Adiwiyata Nasional, 6 sekolah Adiwiyata Provinsi. Selain itu, 1 kelurahan memperoleh penghargaan Proklim Lestari dan 3 desa menerima sertifikat Proklim.

Tak hanya itu, 3 pesantren meraih penghargaan Ecopesantren, 1 tokoh menerima penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup, serta DLH Jombang masuk TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Prestasi ini bukan tujuan akhir, tapi indikator bahwa gerakan lingkungan hidup di Jombang berjalan,” tegas Ulum.

Ia menambahkan, tren kenaikan IKLH dan pengelolaan sampah menjadi refleksi nyata keberhasilan program berbasis partisipasi.

”Kami ingin membangun kesadaran kolektif. Lingkungan bersih dan lestari bukan hanya slogan, tapi budaya,” pungkasnya.

DLH memastikan penguatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi prioritas pada tahun kedua kepemimpinan Warsubi–Salman, sejalan dengan misi membangun desa dan kota untuk semua. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Lingkungan #dinas lingkungan hidup #DLH Jomabng #salman #ramah lingkungan #Warsubi #Jombang #prestasi