Armada Damkar Jombang Ada yang Keluaran 1983, DPRD Bereaksi

JombangBanget.id – Keterbatasan armada pemadam kebakaran dan personel menjadi sorotan Komisi C DPRD Kabupaten Jombang dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama BPBD Jombang, Rabu (4/11), terungkap kendaraan Damkar tertua yang masih tercatat merupakan keluaran 1983, sedangkan jumlah personel yang tersedia hanya 84 orang untuk menopang empat pos pemadam kebakaran.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius, terlebih ancaman bencana mulai meningkat seiring datangnya musim penghujan.
Baca Juga: Student Journalism: Keutamaan Berilmu
Ketua Komisi C DPRD Jombang, M Zahrul Jihad, mengatakan, RDP tersebut digelar untuk memastikan kesiapan BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Mulai banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
’’Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini,’’ kata politisi Fraksi Demokrat yang akrab disapa Gus Heri .
Terlebih, kondisi geografis Jombang yang memiliki kawasan pegunungan di wilayah utara dan selatan menyimpan potensi kerawanan tersendiri.
Gus Heri juga menyoroti anggaran BPBD Jombang yang berada di kisaran Rp 5 miliar.
Menurutnya, anggaran tersebut masih belum ideal untuk menunjang kebutuhan penanggulangan bencana di wilayah Jombang.
Daerah lain, termasuk kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta, memiliki anggaran penanggulangan bencana hingga Rp 9 miliar.



